logo alinea.id logo alinea.id

Seluruh ruas Tol Trans Jawa tak lagi gratis

Seluruh ruas Tol Trans Jawa dari Merak Banten hingga Pasuruan Jawa Timur resmi diberlakukan tarif tidak gratis.

Sukirno
Sukirno Senin, 21 Jan 2019 03:12 WIB
Seluruh ruas Tol Trans Jawa tak lagi gratis

Seluruh ruas Tol Trans Jawa dari Merak Banten hingga Pasuruan Jawa Timur resmi diberlakukan tarif tidak gratis.

Kepala Badan Pengatur Jalan Hery Trisaputra Zuna mengatakan tarif enam ruas baru Tol Trans Jawa akan diberlakukan mulai Senin, 21 Januari 2019 pukul 00.00 WIB. 

"Tarif yang diberlakukan sudah sesuai ketentuan rasionalisasi tarif, yaitu pertama untuk ruas yang baru operasi tarif tol awal golongan I maksimal Rp1.000/km. Kedua, besaran tarif kendaraan golongan II dan III adalah 1,5 kali dari golongan I dan untuk golongan IV dan V adalah 2 kali dari golongan I," ujarnya, Minggu (20/1).

Besaran tarif terjauh enam ruas tol baru untuk kendaraan golongan I sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tanggal 14 Januari 2019.

Berikut besaran tarif baru:
1. Ngawi-Kertosono Rp88.000 (Kepmen PUPR No. 62/KPTS/M/2019)
2. Gempol-Pasuruan Rp36.000 (Kepmen PUPR No. 50/KPTS/M/2019)
3. Ruas Relokasi Porong-Gempol pada Tol Surabaya-Gempol (Kepmen PUPR No. 58/KPTS/M/2019):
- Seksi Kejapanan-Porong Rp3.000
- Seksi Porong-Kejapanan Rp6.000
4. Pemalang-Batang Rp39.000 (Kepmen PUPR No. 52/KPTS/M/2019)
5. Batang-Semarang Rp75.000 (Kepmen PUPR No. 54/KPTS/M/2019)
6. Semarang-Solo Rp 65.000 (Kepmen PUPR No. 60/KPTS/M/2019).

Dia mengatakan, tersambungnya Tol Trans Jawa mulai dari Merak hingga Grati Pasuruan akan meningkatkan mobilitas orang, barang dan jasa. Bagi angkutan logistik, akan mengurangi biaya logistik sehingga meningkatkan daya saing produk-produk dalam negeri. 

Menurutnya, industri di daerah juga bisa tetap berkembang karena tidak memindahkan produksi ke kawasan Industri yang lebih besar seperti di Karawang. 

"Dengan tersambungnya tol Trans Jawa ini, banyak manfaat yang bisa diterima oleh pengguna tol, terutama adalah berkurangnya waktu tempuh dan biaya operasional kendaraan seperti bahan bakar," ujar Hery. 

Sponsored

Dia juga menjelaskan bahwa kelancaran perjalanan diharapkan juga mengurangi tingkat kelelahan pengemudi terlebih angkutan logistik.

Diskon tarif

Sementara itu, pengguna jalan tol jarak jauh Trans Jawa akan menikmati diskon 15% mulai 21 Januari 2019 hingga dua bulan kedepan.

"Pemberian diskon merupakan inisiatif badan usaha jalan tol (BUJT). Dengan adanya diskon 15%, maka pengguna tol golongan I dari Jakarta menuju Pasuruan (keluar di GT Grati) semula membayar Rp712.500 menjadi Rp624.500 atau hemat Rp 88.000," kata Hery Trisaputra.

Dia juga mengatakan bahwa diskon juga berlaku untuk kendaraan golongan V yang mendapat potongan sebesar Rp188.500.

Dari empat kluster Tol Trans Jawa hanya kluster II (Palimanan-Semarang), III (Semarang-Surabaya), dan IV (Gempol-Grati) yang didiskon. Sementara kluster I (Jakarta-Palimanan) tidak berlaku diskon. 

Tol dalam kota yakni Semarang ABC dan Surabaya-Gempol juga tidak berlaku diskon. Hery menjelaskan diskon hanya berlaku apabila pengguna jalan tol melakukan perjalanan penuh dalam satu kluster. 

Dia mencontohkan di kluster II, kendaraan yang masuk gerbang tol (GT) Palimanan akan membayar tarif tol diskon apabila keluar di GT Kali Kangkung di Semarang. 

Ketentuan tarif diskon lainnya adalah saldo e-toll cukup. Apabila e-toll saldo kurang atau tidak terbaca maka diskon tidak berlaku. 

Dia menambahkan, kehadiran jalan tol juga mendukung peningkatan kunjungan ke destinasi wisata di daerah dan produk-produk lokal UKM seperti kuliner, batik yang dipasarkan di rest area jalan tol sehingga meningkatkan ekonomi lokal. (Ant).

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Ke mana kalian berlibur di akhir tahun ini? Saya mengajak kita semua menikmati liburan di dalam negeri. Kalian yang di Pulau Jawa, misalnya, bisa bepergian antarkota dengan leluasa. Dari Jakarta ke Semarang, sampai Surabaya, misalnya, kini punya banyak pilihan rute: jalur pantai selatan, pantai utara, atau lintas tengah. Bahkan, sejak akhir tahun 2018 ini, jalur darat paling cepat sudah tersedia: Jalan Tol Trans Jawa dari Jakarta sampai Surabaya sejauh 760 kilometer sudah tersambung! Jalannya mulus, lebar, dan menawarkan pengalaman baru. Ada pemandangan alam indah hampir di sepanjang jalan, obyek-obyek wisata yang layak untuk menjadi latar foto untuk disebar melalui media sosial, makanan lokal di rest area, bahkan jalan tol itu sendiri. Bayangkan suasana senja melewati ruas tol Bawen-Salatiga di Jawa Tengah seraya memandang Gunung Merbabu. Di ruas ini juga ada Jembatan Tuntang yang melewati kawasan hutan dan Danau Rawa Pening. Panorama alamnya sangat indah. Di daerah Kendal, di ruas tol Batang-Semarang, ada jembatan Kalikuto yang menjulang kokoh dari rangka baja lengkung bercat merah. Yang melewati simpang susun Kartosuro dari Salatiga akan menikmati pemandangan di kiri-kanan jalan berupa persawahan yang membentang luas, padang rumput, pepohonan dan rumah-rumah penduduk di kejauhan. Juga saat melintasi simpang susun Jombang di ruas tol Jombang-Mojokerto, Jawa Timur. Di sepanjang jalan tol, terdapat tempat-tempat peristirahatan dengan toilet, masjid atau musala, warung-warung yang menawarkan aneka makanan lokal. Saya sendiri pernah mampir di rest area kilometer 597 di ruas tol Ngawi-Kertosono, dan mencicipi pecel Madiun, sate Ponorogo, dan kopi lokal. Begitulah. Jalan Tol Trans Jawa kini memungkinkan kita menikmati perjalanan yang cepat, indah, dan menyenangkan. Dan satu lagi: foto-foto perjalananmu layak untuk dibagikan di media sosial. Selamat berlibur.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on