close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Direktur Utama PT Sari Kreasi Boga Tbk. Eko Pujianto. Foto YouTube Indonesia Stock Exchange
icon caption
Direktur Utama PT Sari Kreasi Boga Tbk. Eko Pujianto. Foto YouTube Indonesia Stock Exchange
Bisnis
Jumat, 05 Agustus 2022 14:53

Setelah IPO, SKB Food akan kembangkan bisnis hingga mancanegara

Perseroan telah mengalami oversubscribed atau kelebihan permintaan hampir 82 kali pada masa penawaran umum perdana saham.
swipe

PT Sari Kreasi Boga Tbk (SKB Food) atau yang berkode saham (RAFI) memulai debutnya di di pasar modal dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (5/8) secara hybrid di kantor BEI. Emiten UMKM Kebab ini juga menjadi perusahaan tercatat ke-800 di BEI.

“PT SKB Food atau RAFI adalah emiten ke 800 yang mencatatkan sahamnya di BEI. Dan untuk tahun ini RAFI adalah perusahaan ke-34 yang mencatatkan sahamnya,” kata Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman pada acara Pencatatan Perdana Saham PT Sari Kreasi Boga Tbk, Jumat (5/8).

Direktur Utama PT Sari Kreasi Boga Tbk. Eko Pujianto mengatakan, perseroan akan terus fokus mengembangkan bisnis bukan hanya di Indonesia, melainkan hingga mancanegara. PT SKB Food juga berharap setelah berhasil melantai di IPO, ke depannya emiten yang menjadi pionir waralaba di dunia ini bisa mewujudkan Good Corporate Governance (GCG) sebagai landasan perseroan.

“Ini merupakan perjalanan panjang bagi kami, karena kami berangkat dari UMKM, lalu naik kelas dari gerobakan ke IPO, dari lantai di trotoar ke lantai bursa,” ujar Eko dalam sambutannya.

Terpantau pada awal pembukaan perdagangan, harga saham RAFI sebesar Rp170 per saham.

Sebelumnya, perseroan telah mengalami oversubscribed atau kelebihan permintaan hampir 82 kali pada masa penawaran umum perdana saham yang dilaksanakan pada 1-3 Agustus 2022 sehingga pemesanannya mencapai Rp1.567 triliun.

“Pesanan yang masuk ada 120.243 juta lot untuk penjatahan terpusat (pooling) atau oversubscribed hampir 82 kali (81,90) dari pooling yang ditawarkan,” kata Investment Banking Division PT Investindo Nusantara Sekuritas Zharfan Dhaifullah yang juga menjadi Penjamin Pelaksana Emisi Efek Penawaran Umum Perdana Saham di keterangan resminya, Kamis (4/8).

Diketahui, perseroan melepas 948.090.000 lembar saham ke publik. Jumlah ini setara dengan 30,31% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum, dan harga terpasang Rp126 per sahamnya. 

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan