sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Setop belanja jor-joran! Saatnya mandiri secara finansial

Gerakan Financial Independence, Retire Early mengacu pada gaya hidup minimalis yang membuat seseorang bisa mempercepat masa pensiun.

Nurul Nur Azizah
Nurul Nur Azizah Rabu, 02 Jun 2021 16:21 WIB
Setop belanja jor-joran! Saatnya mandiri secara finansial

Gonjang-ganjing kondisi ekonomi politik bisa jadi ancaman terhadap rentannya nasib pekerja. Mulai dari ancaman potong gaji hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Di sisi lain, kondisi pasar finansial di tengah resesi juga bisa berpengaruh pada anjloknya instrumen investasi. Bayangan-bayangan inilah yang sempat 'menghantui' pikiran Mike Rini Sutikno, sekitar dua puluhan tahun silam.

Kala itu, perempuan kelahiran 1974 tersebut masih berprofesi sebagai seorang karyawan di bidang keuangan. Ia masih dalam masa pencarian untuk penghidupan di masa depan. 

"Apa profesi dan karier yang bisa inline (sejalur) dengan cita-cita pengen mandiri secara finansial," ujar Mike Rini saat berbincang kepada Alinea.id, Senin (24/5) lalu. 

Sampai akhirnya, perempuan yang saat itu berusia 27 tahun itu memutuskan untuk mengambil langkah cukup berani: mempersiapkan pensiun dini (retire early) sebelum usia 30 tahun. 

"Waktu pertama, saya tidak langsung FIRE (Financial Independence, Retire Early), tapi finansial independen," imbuhnya. 

Mike menceritakan, perjalanan mencapai mandiri finansial memang tidak serta merta. Dia sebetulnya telah mulai tekun menabung dan berinvestasi sejak memulai awal karier di usia 22 tahun. Dia menyisihkan paling tidak 10% dari gaji.

Mike juga tak menaruh investasi dalam satu keranjang. Wanita 47 tahun ini memilih beragam instrumen mulai dari investasi di pasar uang hingga aset riil seperti emas di pegadaian.  

Sponsored

Sebagai seorang yang memegang prinsip 'membeli sesuai kebutuhan', Mike mengaku gaya hidupnya itu membantunya mengerem pengeluaran yang tidak perlu. Meski sesekali, dia mengalokasikan anggaran untuk 'nongkrong' atau liburan sebagaimana anak muda di usianya. 

"Tapi di satu sisi, saya juga membangun karier. Ikut berbagai kursus skill. Kursus investasi ke Singapura misalnya, saya ikuti meski habis banyak (duit) untuk ilmu dan networking," kata dia. 

Seiring waktu berjalan, Mike sudah berpindah dua kali tempat kerja pada umur 27 tahun. Kala itu, ia semakin memantapkan komitmen untuk mandiri secara finansial dan membulatkan tekad untuk pensiun dini sebelum usia 30 tahun. 

Ia menceritakan sebelum resign, Mike mengumpulkan modal untuk mencapai kemandirian finansialnya. 

"Tujuan hidup saya bukan untuk ngumpulin duit. Tapi ingin membantu orang lain untuk mencapai kemandirian finansial. Dari situ menjadi sumber income saya juga," kata penulis buku "120 Solusi Mengelola Keuangan Pribadi" tersebut. 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Mike Rini (@mikerini_mre)

 

Pelan namun pasti, pada usia 29 tahun Mike akhirnya keluar dari pekerjaannya dan membangun bisnis perencanaan keuangannya sendiri bernama Mitra Rencana Edukasi (MRE). 

Modal yang dia kumpulkan sekitar 2 tahun, cukup untuk biaya operasional bisnis selama sekitar 6 bulan. Seiring dengan pertambahan klien, bisnisnya pun tumbuh semakin pesat. Ia bahkan bisa membeli aset berupa properti rumah. 

"Dulu pas jadi karyawan saya enggak kebeli rumah. Pas bisnis ini malah bisanya," ujarnya. 

Tidak hanya sebagai tempat tinggal, aset rumah tersebut juga dijadikan Mike sebagai properti untuk jaminan permodalan untuk melebarkan sayap usahanya.  

Tak bergantung pada gaji

Mike Rini termasuk salah satu orang yang berupaya menjalankan kemandirian finansial sejak dini. Lazim dikenal dengan sebutan FIRE (Financial Independence, Retire Early). Dia mengetahui betul apa tujuan keuangannya yaitu tidak bergantung pada gaji dan hidup berkecukupan di masa mendatang tanpa kecemasan. Ini bisa terjadi karena adanya penghasilan pasif (pasivve income) yang bekerja untuknya. 

"Saya sudah puluhan tahun enggak gajian dan enggak worry. Enggak ada yang pecat saya juga," selorohnya. 

Profesional perencana keuangan bersertifikat itu merinci sumber-sumber FIRE yang dia miliki diantaranya, berasal dari penyewaan aset properti. Tak hanya itu, tabungan dan investasi yang terus berjalan hingga pendapatan dari bisnisnya yang semakin berkembang juga menjadi sumber penghasilan.

Ilustrasi Pixabay.com.

Selain itu, Mike juga semakin mengoptimalkan satu aset yang saat ini memiliki peranan penting. Yaitu, aset intelektual dan kreativitas (daya cipta). Selain sebagai penulis buku dan platform e-learning sampai pengembang game board, dia juga membangun personal branding di digital. 

Sebagai pelaku FIRE ini, Mike pun menyadari bahwa hidup berkualitas adalah saat mengetahui kebutuhan dan bisa memenuhinya secara mandiri. Tidak hanya melulu soal uang banyak. 

"Saya enggak mau kerja aktif, saya mau kerja ala saya," imbuhnya. 

Dia menambahkan, dalam menekuni FIRE sebetulnya tak ada angka solid yang mematok jumlah uang yang harus dimiliki. Namun, berangkat pada jelasnya tujuan keuangan dan bagaimana membentuk aset produktif. 

"Duit itu akan musnah. Rupiah sekarang dan ke depan udah turun nilainya. Jadi bangun sesuatu yang bisa memberikan sumber pendapatan yang bisa menjadikan mandiri finansial. Retire early," kata Mike. 

Mengutip Vice, gaya hidup FIRE ini sebetulnya sudah santer dijalankan di berbagai negara di dunia. Bahkan, ada komunitas FIRE khusus yang mengajak anak-anak muda untuk pensiun dini sebelum usia 30 tahun. Tujuannya, agar bisa menghabiskan waktu untuk mengejar mimpi hidup dan melanglang buana. 

Gaya hidup sesuai kebutuhan  

Mike Rini sebagai salah satu pelaku FIRE di Indonesia mengaku gaya hidup sesuai kebutuhan memang menjadi begitu penting. Hal inilah yang juga berkaitan erat dengan konsep minimalis yang semakin banyak digandrungi anak-anak muda kini.  

Salah seorang influencer gaya hidup minimalis ialah Fany Sebayang. Dia sering membagikan pengetahuan dan pengalaman menjalani hidup secara mindfulness dan sesuai kebutuhan. 

"Esensi hidup minimalis adalah berkesadaran, mindfulness. Sadar kemampuan kita secara finansial dan kapasitas untuk konsumsi sesuatu," ujar Fanny Sebayang dilansir dari akun Youtubenya bertajuk 'Hidup Minimalis itu adalah tentang Mindset' pada Rabu (2/6). 

Selanjutnya, menurut Fany implementasi hidup minimalis juga berupa decluttering (beres-beres). Dalam hal ini, pelaku hidup minimalis hanya menggunakan barang-barang yang benar-benar dipakai. Jumlahnya biasanya terbatas.  

"Dulu baru awal kenal (minimalis), enggak langsung beres-beres barang. Tapi mulai untuk bijak berkonsumsi," ujar perempuan yang memiliki 23 ribuan pengikut di Instagram dan 38 ribuan subscriber di Youtube.

Ilustrasi Pexels.com.

Fany yang memulai hidup minimalis sejak beberapa tahun lalu mengaku selain lebih memaknai hidup juga jadi lebih melek finansial. Sebab, alokasi keuangannya untuk masa depan bisa lebih besar.

Dalam video lain yang diunggah di akun youtubenya, Fany juga mengoptimalkan pemasukan yang dia miliki untuk diversifikasi produk investasi. Mulai dari deposito berjangka, reksa dana, hingga investasi aset produktif seperti properti. 

Salah satu pengikut Fany Sebayang di sosial media, Wiwit (26) mengaku juga terinspirasi untuk menerapkan gaya hidup minimalis. 

"Pelan-pelan berusaha untuk menyortir hal-hal yang penting dan enggak penting di rumah, karena efek positifnya ternyata semakin terasa seiring nerapin hal tersebut," ujar Wiwit kepada Alinea.id, Selasa (1/6). 

Tidak hanya lebih bisa memaknai hidup dengan memaksimalkan apa yang dia punya, Wiwit juga merasa terdampak signifikan secara keuangan. Terlebih, bagi dirinya yang tengah mencari-cari formula untuk bisa mandiri secara finansial.

"Ini masih terus kita cari solusinya sih sama suami, masih terus kita diskusikan," kata dia. 

Berkaca dari itu, perencana keuangan Mike lantas memberikan saran bagi pemula yang ingin menerapkan kemandirian finansial. Hal terpenting adalah menentukan gaya hidup FIRE yang ditargetkan. Desain ini bisa berbeda-beda di tiap orang, tergantung pada preferensi kebutuhan. 

Dia mencontohkan, misalnya ada yang ingin FIRE agar bisa seperti dirinya yang membangun bisnis. Namun, bisa pula FIRE untuk bisa jalan-jalan, mengejar mimpi dan lainnya. Selanjutnya, menentukan target waktu dalam mencapai pendapatan pasif tersebut.

"Definisikan FIRE yang mau kamu capai seperti apa. Secara keuangan kamu sanggup biaya hidup bulanan berapa. Dan itu yang harus jadi pasivve income yang kamu usahakan," pungkas dia. 

Sementara itu, Koinworks juga mengemukakan strategi mempersiapkan pensiun dini sebagai upaya untuk mandiri secara finansial.

Pertama ialah perlunya memasang target. Dengan tujuan yang jelas, maka perencanaan keuangan secara matang akan lebih mudah tercapai. Selain itu, perlu juga menghitung biaya hidup seperti konsumsi makanan minuman, biaya transportasi, sandang, transportasi hingga cicilan utang.

Menyoal utang ini, kemandirian finansial akan lebih bisa didapatkan dengan mempercepat pelunasan utang. Maka dari itu, perlu untuk menghitung total utang dan target melunasi sebelum masa pensiun. 

Sementara itu, jika memperoleh pesangon dari pensiun dini, sebaiknya dialokasikan setidaknya 30% untuk melunasi utang, 50% tabungan dan 20% untuk investasi.

Ilustrasi Alinea.id/Oky Diaz. 
 

Berita Lainnya