sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Siasati lonjakan harga, pedagang jual tahu-tempe lebih tipis

Akibat bahan mentah yang melonjak tinggi juga turut membuat harga tahu dan tempe meningkat di pasaran.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 05 Jan 2021 15:35 WIB
Siasati lonjakan harga, pedagang jual tahu-tempe lebih tipis
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Kelangkaan kedelai di pasaran telah memicu peningkatan harga, dan telah membuat pengrajin tahu dan tempe mengalami hambatan dalam berproduksi. Dan jikapun berproduksi, akibat bahan mentah yang melonjak tinggi juga turut membuat harga tahu dan tempe meningkat di pasaran.

Hanya saja, menurut Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri, dalam situasi yang serba sulit saat ini, di mana konsumsi masyarakat menurun akibat pandemi Covid-19, menaikan harga bukanlah solusi.

"Pengrajin minta kepada kami pedagang pasar untuk harganya tolong dinaikkan, kami merasa sulit menaikan itu karena daya beli masyarakat sedang turun. Kami enggak bisa paksakan pembeli mengikuti harga yang sekarang," katanya kepada Alinea.id, Selasa (5/1).

Namun jika tidak dinaikan, ongkos produksi yang ditanggung oleh pengrajin tidak tertutupi oleh harga jualnya. Dan hal tersebut sempat membuat pengrajin berhenti berproduksi, dan keberadaan tahu dan tempe di pasar mulai langka.

Akan tetapi, untuk menjaga agar ketersediaan tahu dan tempe di pasaran tetap ada, jalan tengah yang diambil oleh pedagang pasar dan pengrajin adalah dengan mengurangi ukuran tahu dan tempe tersebut.

"Tidak ada jalan temu di awal. Akhirnya mogok produksi tahu atau tempe. Nah, mogok ini akhirnya ada jalan tengah, oke kita naikan atau kemungkinan kita akan tipisi, yang biasanya kita jual satu papan, akhirnya ini satu papan kita kurangi," ujarnya.

Meskipun pada awalnya pedagang pasar enggan menaikkan harga, namun belakangan pihaknya terpaksa menaikkan harga tahu dan tempe sebanyak 20% dari harga normal, melihat kesulitan yang dirasakan oleh pengrajin.

"Sekarang masih relatif belum normal tetapi ada. Persoalan harga, masih belum bisa kami naikan. Paling tinggi 20% kenaikannya. Lebih baik kita menggunakan cara lebih tipis dibanding sebelumnya, atau dikurangi jumlahnya satu papan itu panjangnya. Paling begitu," ucapnya.

Sponsored

Adapun saat ini, sambungnya, harga jual tahu putih per plastik dipatok sebesar Rp8.000 setelah sebelumnya hanya Rp6.000, dan harga tempe sebesar Rp8.000 setelah sebelumnya hanya Rp5.000.

Di samping itu, dia pun menagih ketegasan Kementerian Perdagangan untuk menekan importir agar mau mengeluarkan stok kedelai sebanyak 450.000 ton seperti yang disampaikan oleh Sekjen Kemendag Suhanto.

"Kami minta Sekjen Kemendag justru jangan seakan-akan kan jadi jubir importir. Perankan sebagai pemerintah. Apa itu? Menekan importir. Menekan untuk mengeluarkan stok yang 450.000 itu ke pengrajin dengan harga yang lama bukan yang sekarang," ucapnya.

 

Berita Lainnya