sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

SMRC: 53% publik optimistis ekonomi 2021 membaik

Politikus Demokrat meminta pemerintah konsekuensi yang terjadi apabila harapan masyarakat itu tidak terealisasi.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 29 Des 2020 16:22 WIB
SMRC: 53% publik optimistis ekonomi 2021 membaik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) mencatat, sebagian besar masyarakat optimistis perekonomian ekonomi Indonesia 2021 akan lebih baik daripada tahun ini. Hal itu tergambar dari hasil survei nasional yang dilakukan sejak April 2020.

"Warga yang menilai ekonomi tahun depan lebih baik atau jauh lebih baik sekitar 53%. Sementara yang menilai akan lebih buruk atau jauh lebih buruk sebanyak 15%," tutur Direktur Eksekutif SMRC, Sirojuddin Abbas, dalam rilis survei "Sentimen Publik Nasional terhadap Kondisi Ekonomi-Politik 2020 dan 2021," secara virtual, Selasa (29/12).

Dia berkata, optimisme ini sejalan dengan tingkat defisit ekonomi mulai menurun pada kuartal III 2020. Survei tersebut dilakukan dengan metode telepon per April dan terakhir kali diperbarui pada 23-26 Desember.

Responden yang berpartisipasi sebanyak 1.202 sampel. Adapun rerata simpangan (margin of error) sekitar 2,9% dengan tingkat kepercayaan (level of confidence) 95%.

Sementara itu, ekonom INDEF, Aviliani, menilai, posisi pemerintah untuk mendongkrak nilai ekonomi terbilang mudah dengan adanya bekal optimisme publik.

"Kenapa? ketika ekonomi hadapi resesi, kalau masyarakat itu enggak percaya terhadap pemerintah, maka akan terjadi gejolak sosial ekonomi. Biasanya itu terjadi. Nah, itu tidak terjadi," tuturnya.

Menanggapi itu, Politikus Partai Demokrat, Benny K. Harman memandang, terdapat konsekuensi besar yang dihadapi pemerintah apabila optimisme masyarakat tidak tercapai. Karena itu, pemerintah diminta bekerja keras untuk merealisasikan harapan tersebut.

"Kalau pemerintah gagal memenuhi harapan yang 53% tadi, dengan berbagai program kerjanya, termasuk dengan UU Ciptakernya seperti apa, maka nanti kelompok ini akan menjadi kelompok yang mudah marah," tegas Benny.

Sponsored

Di samping rasa tidak puas terhadap kknerja, Benny merasa kemarahan publik dapat dilatari kesulitan menanggung beban hidup akibat ekonomi merosot.

Kendati ada kemarahan, Benny memandang, pemerintah dan aparat penegak hukum perlu bijak dalam menghadapi kelompok tersebut. Baginya, penanganan kelompok itu tidak perlu direspons dengan represif.

"Saran saya, janganlah tindakan represif digunakan untuk atasi kelompok ini karena kalau tindakan represif akan terjadi perkelahian. Masalahnya enggak teratasi, ya," tandasnya.

Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya

Jokowi Presiden, wajar disambut massa

Minggu, 28 Feb 2021 09:17 WIB

Catatan Setahun Penanganan Pandemi Covid-19

Senin, 01 Mar 2021 15:41 WIB

Rekomendasi drakor terbaru di Viu

Senin, 01 Mar 2021 20:39 WIB