sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Softbank tertarik danai pembangunan ibu kota baru

Softbank berkomitmen meningkatkan investasi ke Indonesia.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Jumat, 10 Jan 2020 15:49 WIB
Softbank tertarik danai pembangunan ibu kota baru
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 502.110
Dirawat 63.722
Meninggal 16.002
Sembuh 422.386

Perusahaan multinasional asal Jepang, Softbank, tertarik kerja sama pembangunan ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur. Hal itu disampaikan Presiden Softbank Masayoshi Son saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, hari ini (10/1).

"Konsep kota pintar dengan teknologi terbaru, kota hijau, dan juga pengembangan artificial intelligence itulah yang kami tertarik untuk dukung," kata Masayoshi.

Kendati demikian, perusahaannya belum menentukan jumlah investasi yang akan diberikan.

Softbank akan menyusun sejumlah potensi kerja sama dalam pembangunan ibu kota yang berada di antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara itu.

Sementara itu, Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkap nilai investasi yang ditawarkan angkanya mencapai miliar dolar AS.

Pemerintah Indonesia, jelas Luhut, akan menghitung rasionalitas dari potensi investasi itu.

"Jadi tidak sekedar kami hanya menerima uang, tapi kita juga ingin dana itu punya return yang bagus," kata Luhut.

Luhut mengungkap Softbank dapat mendukung investasi untuk pembangunan sarana pendukung ibu kota baru.

Sponsored

"Softbank itu masuk di semua capital. Tapi memang khusus pembangunan gedung pemerintah dibiayai oleh state budget (APBN). Tapi nanti semua pendukungnya itu bisa nanti oleh Softbank," jelas dia.

Pertemuan Masayoshi dengan Presiden Jokowi ini guna membahas potensi kerja sama Indonesia-Jepang.

Dalam pertemuan itu, Masayoshi menjelaskan pihaknya melirik sejumlah potensi kerja sama proyek pembangunan yang akan dilakukan Indonesia, salah satunya pembangunan ibu kota. (Ant)

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Senin, 23 Nov 2020 16:42 WIB
Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Minggu, 22 Nov 2020 14:48 WIB
Berita Lainnya