sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sri Mulyani: Jika proyeksi IMF terjadi, ekonomi RI terguncang

IMF memprediksi ekonomi dunia tumbuh minus 3% dan China anjlok menjadi 1,2%

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 17 Apr 2020 15:23 WIB
Sri Mulyani: Jika proyeksi IMF terjadi, ekonomi RI terguncang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

International Monetary Fund (IMF) memprediksi, dalam kondisi terburuk, perekonomian dunia tumbuh minus 3% dan perekonomian China anjlok menjadi 1,2% pada tahun ini akibat Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan proyeksi itu benar-benar terjadi, maka perekonomian Indonesia akan terguncang. Apalagi, lembaga lain memprediksi ekonomi China dapat anjlok hingga minus 6%.

"Pengaruhnya kalau ekonomi Cina negatif 6% dan dunia mengalami kontraksi 3% seperti forecast-nya IMF ini adalah suatu shock yang sangat besar bagi perekonomian kita," katanya dalam video conference Jumat (17/4).

Sebagaimana diketahui, China merupakan negara yang berkontribusi paling besar bagi perekonomian global, yaitu sebesar 17%. Sementara itu, bagi Indonesia, China merupakan mitra dagang utama. 

Sebagian besar tujuan ekspor produk dalam negeri, dan impor bahan baku dan barang modal untuk kebutuhan industri Indonesia berasal dari negeri tirai bambu tersebut.

"Jadi dalam hal ini kita tidak bisa menafikan bahwa ini pasti pengaruhnya cukup signifikan dalam ekonomi kita. Makanya dalam kebijakan ekonomi makro pokok-pokok kebijakan fiskal kita untuk tahun depan  menggunakan baseline 2,3%," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dari 5,3% ke 2,3%, atau dalam skenario berat.

Tak hanya itu, dengan skenario terburuk, IMF memprediksi laju perekonomian Indonesia hanya akan bergerak di angka 0,5%, atau merosot tajam dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yang mencapai 5,1%.

Sponsored

"Itu adalah baseline berat kalau terjadi shock yang besar, makanya IMF memprediksikan tahun ini Indonesia hanya tumbuh 0,5%. Ini berarti shocknya diestimasi sangat besar," ucapnya. 

Berita Lainnya