sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sri Mulyani optimistis inflasi akhir tahun kisaran 3,5%

Sri Mulyani menyebut akan ada kenaikan inflasi karena momen Natal dan Tahun Baru 2020 namun tidak terlalu besar.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 03 Des 2019 14:45 WIB
Sri Mulyani optimistis inflasi akhir tahun kisaran 3,5%

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi akan ada sedikit kenaikan inflasi di akhir 2019 karena momen Natal dan Tahun Baru 2020. Namun demikian, dia optimistis kenaikannya masih di kisaran 3,5%.

Menurut Sri Mulyani, kenaikan inflasi pada Desember tidak akan jauh melebihi angka di November yang tercatat sebesar 0,14%, dan tidak akan terlalu besar dari 2,37% secara tahun kalender berjalan (ytd).

"Jadi kira-kira dia ada di dalam besaran itu di bawah 3,5%, yang jelas kalau lihat sekarang masih sekitar 2,37%,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (3/12).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi pada bulan November 2019 yang tumbuh sebesar 0,14% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,60 atau mengalami kenaikan dibandingkan inflasi bulan Oktober yang hanya 0,02%.

Berdasarkan tingkat inflasi tahun kalender 2019, inflasi tumbuh sebesar 2,37% (ytd) dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 3,00% (yoy). Inflasi di bulan November sendiri mengalami kenaikan disebabkan naiknya sejumlah barang dalam kelompok pengeluaran.

Hal ini ditunjukan dengan kenaikan kelompok pengeluaran seperti bahan makanan sebesar 0,37%, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau masing-masing sebesar 0,25%.

Lalu kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,12%; kelompok sandang sebesar 0,03%; kelompok kesehatan sebesar 0,23%; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02%.

Inflasi tersebut terjadi di 57 kota disebabkan momentum meningkatnya permintaan menjelang liburan Natal dan Tahun Baru di penghujung tahun 2019.

Sponsored