sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sri Mulyani ramal pertumbuhan ekonomi minus, IHSG loyo

Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita memproyeksikan perekonomian Indonesia di kuartal III-2020 bakal terkoreksi 2,9% hingga minus 1%.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 22 Sep 2020 16:39 WIB
Sri Mulyani ramal pertumbuhan ekonomi minus, IHSG loyo
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 365.240
Dirawat 64.032
Meninggal 12.617
Sembuh 289.243

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,31% ke level 4.934 pada perdagangan Selasa (22/9). Sektor keuangan yang turun 1,97% dan sektor konsumer yang turun 1,2% menjadi pendorong penurunan IHSG hari ini.

Tercatat sebanyak 9,5 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp6,8 triliun. Investor asing tercatat membukukan penjualan bersih Rp632 miliar.

Saham-saham seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk.(BMRI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS), PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN), dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menjadi saham yang banyak dijual oleh investor asing hari ini. Sementara saham-saham seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT United Tractors Tbk. (UNTR), PT Pakuwon Jati Tbk.(PWON), PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) menjadi saham yang banyak dibeli oleh investor asing.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Nico Demus mengatakan sentimen datang dari transaksi dana gelap pada lembaga keuangan dalam kasus FinCEN memberikan tekanan pada pasar saham global. Dokumen tersebut memperlihatkan adanya transaksi janggal bank-bank besar dunia yang diduga berkaitan dengan praktik pencucian uang.

Sponsored

Sementara dari dalam negeri, Nico menuturkan pergerakan IHSG yang cenderung melemah sejak awal pekan seiring dengan masifnya penjualan investor asing sejak awal September ini.

"Aksi rebalancing portofolio dari investor asing turut memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG yang telah terkoreksi sejak level tertingginya pada akhir bulan lalu," katanya.

Selain itu, lanjutnya, pernyataan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait prospek perekonomian pada kuartal III-2020 yang berpotensi melambat ikut menambah tekanan pada pergerakan IHSG pada hari ini. Seperti diketahui, siang ini Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita memproyeksikan perekonomian Indonesia di kuartal III-2020 bakal terkoreksi 2,9% hingga minus 1%.

Berita Lainnya