sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sri Mulyani suntik PMN ke BUMN Rp18,7 T di 2020

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemberian penyertaan modal negara (PMN) untuk meningkatkan kinerja pembangunan.

Annisa Saumi Nanda Aria Putra
Annisa Saumi | Nanda Aria Putra Senin, 02 Des 2019 20:10 WIB
Sri Mulyani suntik PMN ke BUMN Rp18,7 T di 2020

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemberian penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp18,7 triliun pada 2020 kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan kinerja pembangunan.

"Penyertaan modal negara ini akan disertakan dalam bentuk tunai dan non-tunai," kata Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (2/12).

Sri Mulyani menjelaskan penyertaan modal negara itu akan diperuntukkan bagi tujuh BUMN dan satu penugasan khusus untuk penguatan neraca transaksi berjalan.

Ia menjabarkan BUMN yang mendapatkan penyertaan modal negara tersebut antara lain PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) yang memperoleh Rp2,5 triliun untuk mendukung program pembiayaan perumahan, khususnya FLPP.

BUMN lainnya adalah PT Hutama Karya (HK) yang mendapatkan alokasi Rp3,5 triliun. Pemberian penyertaan modal negara bagi BUMN infrastruktur ini juga merupakan kesinambungan dari penyertaan modal negara yang diberikan sejak 2015.

"Itu dimanfaatkan untuk mendukung penyelesaian ruas-ruas prioritas dari Tol Trans Sumatera seperti Pekanbaru-Dumai, Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung," kata Sri Mulyani.

Penyertaan modal negara lainnya untuk Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp1 triliun untuk menambah modal perusahaan dalam menyalurkan pinjaman kepada UMKM dan koperasi.

Bagi PNM, penyertaan modal negara dapat membantu karena saat ini rasio utang terhadap modal perusahaan atau debt to equity ratio (DER) mencapai 8,9 kali sehingga perusahaan sulit mencari modal.

Sponsored

Sri Mulyani menambahkan PMN selanjutnya diberikan kepada PT Geo Dipa Energi sebesar Rp0,7 triliun untuk mendukung pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

PT PLN juga mendapatkan penyertaan modal negara sebesar Rp5 triliun untuk percepatan program pembangkit tenaga listrik terutama di kawasan pedesaan serta wilayah terluar, terdepan dan tertinggal.

PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (PANN) juga mendapatkan penyertaan modal negara Rp3,76 triliun untuk mendukung industri strategis bidang maritim dan perkapalan.

Selain itu, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) mendapatkan penyertaan modal negara sebesar Rp0,27 triliun untuk meningkatkan kinerja industri asuransi.

Terdapat juga penyertaan modal negara untuk penugasan khusus, yaitu penguatan transaksi berjalan sebesar Rp1 triliun untuk meningkatkan kinerja ekspor dan menekan impor khususnya impor migas.

Serapan PMN 2015-2019

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan total PMN yang masuk ke BUMN selama periode 2015-2019 sebesar Rp105,5 triliun. Erick menyebut separuhnya atau 50% dari dana tersebut terserap di dua perusahaan yaitu PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dan PT Hutama Karya (Persero). 

"Selama periode itu PLN menyerap sekitar Rp31,5 triliun atau kurang lebih 33% dan Hutama Karya sekitar Rp16,1 triliun kurang lebih 15%," kata Erick.

Penggunaan dana tersebut, lanjut Erick, berkaitan dengan penugasan strategis yang diberikan pemerintah kepada PLN dan Hutama Karya.

PLN, ujar Erick, ditugaskan untuk mejaga stabilitas kelistrikan dan pemerataan listrik seluruh Indonesia melalu rasio 100% ekletrifikasi. Sementara, Hutama Karya ditugaskan untuk membangun jalan tol trans Sumatera yang sudah terselesaikan 400 kilometer (km) dan masih tersisa 2.500 km dari target yang ditetapkan 2.900 km.