sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sri Mulyani waspadai dampak Pemilu AS ke perekonomian

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan masih banyak negara yang menerapkan sistem proteksionisme bagi perekonomiannya.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 10 Jan 2020 11:03 WIB
Sri Mulyani waspadai dampak Pemilu AS ke perekonomian
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 240687
Dirawat 56889
Meninggal 9448
Sembuh 174350

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan mewaspadai dampak Pemilihan Umum (Pemilu) Amerika Serikat 2020 terhadap ekonomi Indonesia.

Sri mengungkapkan konflik AS dan Iran yang pecah di awal tahun saja sudah cukup mengguncang ekonomi global.

"Warning untuk 2020 akan tetap dinamis seperti 2019. Terjadi terutama AS akan masuk siklus pemilu. Akan banyak sekali faktor-faktor politik yang mempengaruhi," katanya di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (9/1).

Apalagi, sejumlah negara masih berada dalam tekanan ekonomi global yang terpapar perang dagang AS-China dalam dua tahun belakangan. Sehingga, masih banyak negara yang menerapkan sistem proteksionisme bagi perekonomiannya.

"Banyak sekali negara itu yang dalam kondisi fiskal room dan monetary room-nya terbatas. Jadi mereka mungkin belum bisa meningkatkan ekonominya secara lebih signifikan," ujarnya.

Sri menuturkan pemerintah akan menjaga perekonomian nasional tetap berjalan baik pada 2020 dengan sejumlah kebijakan yang telah disusun.

Dia optimistis ekonomi Indonesia akan tumbuh positif pada tahun ini. Sebab, secara historis, dalam kondisi ekonomi dengan fluktuasi yang cukup tinggi pada 2018-2019, ekonomi Indonesia mampu tumbuh sebesar 5%.

"Kita menyikapi tahun awal ini selalu dengan pemikiran optimis, tapi kita juga harus belajar dari 2018 dan 2019 bahwa ketidakpastian global itu masih tersistem," jelasnya.

Sponsored

Terkait dengan ketegangan yang terjadi di antara AS dengan Iran, dia mengatakan, konflik tersebut masih harus diwaspadai. Meskipun, Trump dalam akun resminya di Twitter mengatakan tidak akan mengeskalasi ketegangan tersebut.

"Tapi seperti pattern yang kita lihat selama ini, ketidakpastian itu terus terjadi. Jadi tetap waspada saja," ucapnya.

Berita Lainnya