sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Staf Khusus Presiden sebut indikasi perbaikan ekonomi nasional

Purchasing Managers Index Indonesia mengalami perbaikan, yaitu dari 47,2 di September 2020, menjadi 47,8 di Oktober.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 13 Nov 2020 15:43 WIB
Staf Khusus Presiden sebut indikasi perbaikan ekonomi nasional
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.263.299
Dirawat 160.142
Meninggal 34.152
Sembuh 1.069.005

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta mengungkapkan perekonomian Indonesia saat ini semakin membaik dan menuju ke arah pertumbuhan positif, setelah mampu melewati krisis di kuartal II-2020.

Pada kuartal II-2020 laju perekonomian Indonesia mengalami kontraksi yang dalam sebesar 5,32% (year on year/yoy), dan kemudian mulai mengalami perbaikan di kuartal III-2020 dengan minus 3,49% secara yoy. Meski turun secara tahunan, namun secara kuartalan (qtq) tumbuh positif 5,05%.

"Kita berhasil melewati titik terdalam perekonomian, sama halnya dengan treStaf n perekonomian yang terjadi di dunia," katanya dalam webinar bersama Greenpeace Indonesia, Jumat (13/11). 

Arif menjelaskan, perbaikan perekonomian nasional dapat dilihat dari indikator Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia yang terus mengalami perbaikan, yaitu dari 47,2 di September 2020, menjadi 47,8 di Oktober 2020.

Selain itu, menurutnya, kinerja perdagangan juga terus menunjukkan gejala perbaikan setelah mengalami tekanan dalam dua kuartal berturut-turut.

"Kinerja perdagangan Indonesia juga mengalami peningkatan di tengah pandemi. Sektor pertanian menjadi yang paling stabil dan dapat menjadi potential winner perdagangan Indonesia," ujarnya. 

Untuk komoditas ekspor Indonesia yang tumbuh positif di tengah pandemi di antaranya kopi, minyak sawit, pisang, kacang, tepung terigu, ubi jalar, kubis, lada, kunyit, dan kentang. 

Selain itu, komoditas ekspor non-migas di luar pertanian juga mengalami peningkatan permintaan global, utamanya dari Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang mana terjadi peningkatan permintaan pada besi dan baja, pulp kayu dan minyak sawit. 

Sponsored

Dari hasil survei kegiatan dunia usaha (SKDU) mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha mulai membaik pada kuartal III-2020. 

"Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) pada kuartal III-2020 meningkat menjadi minus 5,97%. Hasil ini masih lebih baik dari kuartal II-2020 yang mencatatkan minus 35,75%," ucapnya.

Sementara itu, neraca pembayaran Indonesia pada kuartal II-2020 juga berhasil mencetak surplus US$ 9,2 miliar. Hasil ini jauh lebih baik dibandingkan kuartal I-2020 yang mencatat defisit US$ 8,5 miliar. Surplus NPI ini didorong oleh defisit transaksi berjalan yang menurun dari US$ 3,7 miliar pada kuartal I-2020 menjadi US$ 2,9 miliar. 

Berita Lainnya

Netflix tayangkan film Geez & Ann

Kamis, 25 Feb 2021 19:48 WIB

Perpres 7/2021 perkuat penanganan terorisme

Kamis, 25 Feb 2021 19:58 WIB