sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Stok pangan aman terkendali, begini penjelasan Mentan Syahrul

Pemerintah telah mempersiapkan kebutuhan pangan melalui program jangka panjang food estate di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara.

Tri Kurniawan
Tri Kurniawan Rabu, 30 Des 2020 16:50 WIB
Stok pangan aman terkendali, begini penjelasan Mentan Syahrul

Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjamin ketersediaan pangan nasional terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan musim tanam jangka panjang hingga dua tahun ke depan.

"Secara umun 11 bahan pokok dasar kita dalam kendali aman. Khusus untuk beras kami telah mempersiapkannya sampai dua tahun kedepan sesuai petunjuk presiden," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Selasa, (29/12).

Mentan mengatakan, dalam mempersiapkan pasokan beras, pihaknya sudah melakukan Musim Tanam (MT) 1 dan 2 pada Januari-Juni 2020 dengan stok mencapai 7,4 juta ton. Di mana produksi yang ada mencapai 17 juta ton dengan kebutuhan konsumsi sebesar 15 juta ton.

Pada MT 2, ada sekitar 5,2 juta hektare lahan yang sudah ditanam dengan baik sejak Juli sampai Desember. Produksi ini menghasilkan 25 juta ton gabah kering, sehingga jika dijumlah dengan sisa yang ada maka akan terjadi over stok di 2021 sekitar 7 juta ton.

"Ditambah untuk kesiapan pada 2021 kami sudah masuk dari Oktober 2020-Maret 2021 akan ada delapan juta hektare dan hasilnya bisa mencapai 18,5 juta ton sampai Juni 2021. Berarti stok akhir di 2021 menyampai 8-9 juta ton," katanya.

Namun begitu, Mentan mengakui masih ada beberapa hambatan yang disebabkan oleh cuaca. Karena itu pihaknya melakukan percepatan memburu air, percepatan in out pada daerah banjir, dan upaya lainnya.

"Insya Allah semua bisa berjalan dengan baik dan kita harus yakin bahwa pangan bisa tercukupi," katanya.

Di samping itu, pemerintah telah mempersiapkan kebutuhan pangan melalui program jangka panjang food estate di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara.

Sponsored

"Beberapa daerah yang defisit, kami lakukan pemetaan untuk optimalisasi aktivitas yang ada di sana. Pengembangan food estate ini juga untuk mengurangi impor kita terhadap bawang dan kentang. Ke depan sesuai arahan presiden, kita akan masuk ke Nusa Tenggara Barat (NTB)," tutupnya.

Berita Lainnya