sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Strategi Bank BRI jaga likuiditas di masa pandemi Covid-19

Rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) Bank BRI yang berada di angka 230% pada Maret 2020.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 22 Apr 2020 13:05 WIB
Strategi Bank BRI jaga likuiditas di masa pandemi Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) telah menyusun berbagai strategi untuk tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Strategi tersebut salah satunya terkait pengelolaan likuiditas perusahaan.

Direktur Keuangan Bank BRI Haru Koesmahargyo mengatakan Bank BRI terus berupaya menjaga likuiditas dalam kondisi ideal. Upaya tersebut, kata Haru, tercermin dari rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) Bank BRI yang berada di angka 230% pada Maret 2020.

“Angka tersebut masih diatas ketentuan OJK yang menetapkan bahwa LCR Bank minimal dijaga sebesar 100,” kata Haru dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/4).

Haru juga menuturkan Bank BRI akan mendapatkan tambahan likuiditas hingga Rp17 triliun, setelah Bank Indonesia menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 200 basis points (bps) untuk bank umum konvensional per 1 Mei 2020.

Penambahan likuiditas ini menurut Haru akan memperkuat kecukupan likuiditas BRI di tengah kondisi pandemi yang cukup menantang saat ini.

Selain menerima tambahan likuiditas dari BI, Haru mengatakan BRI tetap aktif dalam mencari sumber likuiditas lainnya untuk diversifikasi pendanaan, baik melalui penghimpunan Dana Pihak Kegita (DPK) maupun Non DPK.

“BRI dapat melakukan akses funding Non DPK jangka pendek seperti repo dan pinjaman antar bank. Sementara itu untuk jangka panjang penerbitan obligasi dan pinjaman dapat menjadi pilihan, tetapi tetap dengan memperhatikan biaya yang efisien,” ujar Haru.

Untuk diketahui, pada 12 April lalu Bank BRI telah membayarkan Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI tahap II tahun 2017 seri B dengan kupon 8,1% yang jatuh tempo sebesar Rp1,74 triliun pada 12 April 2020. Likuiditas untuk pembayaran Obligasi tersebut bersumber dari aset likuid BRI.

Sponsored
Berita Lainnya