sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sukses program kuota internet, Nadiem usul Kemenkeu terapkan untuk bansos

Skema bantuan internet berjalan efektif dan tepat sasaran kepada siswa sekolah yang mengikuti PJJ selama pandemi Covid-19.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 26 Okt 2020 20:42 WIB
Sukses program kuota internet, Nadiem usul Kemenkeu terapkan untuk bansos
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengusulkan, kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk meniru skema pemberian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat dengan cara yang sama dengan bantuan kuota internet siswa.

Menurut dia, skema bantuan internet tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran kepada siswa sekolah yang sedang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19. Yakni, dengan memberikan bantuan melalui nomor siswa.

"Mungkin Bu Ani (sapaan akrab Menteri Keuangan Sri Mulyani) ini bisa menjadi satu inovasi, kalau misalnya ada digital wallet dalam setiap nomor, ini bisa menjadi pola distribusi bansos yang cukup luar biasa yang bisa kita lakukan," ujarnya dalam webinar Cerita di Kemenkeu Mengajar, Senin (26/10).

Nadiem pun menuturkan, kesuksesan program tersebut tercermin dari hasil survei sejumlah lembaga yang mengatakan, bahwa program itu cukup terasa ke masyarakat dan telah menjangkau 85% siswa.

Sponsored

"Hampir 85% masyarakat merasakan bahwa ini adalah program yang tepat sasaran dan tepat waktu. Tentunya program ini akan kami maksimalkan, masih banyak anak-anak yang belum menerima kuota," ucapnya.

Tak hanya datang dari dalam negeri, untuk program bansos bagi siswa tersebut juga diapresiasi oleh menteri pendidikan dari negara lain. Menurut mereka, program bantuan kuota ini salah satu inovasi dalam penanganan Covid-19 di dunia.

"Banyak sekali menteri-menteri pendidikan lainnya sangat terkejut dan tertarik, bagaimana ini program pembagian pulsa. Karena kami melakukan ini dalam empat minggu dengan Kemenkeu. Belum pernah dalam sejarah Indonesia kita melakukan distribusi sampai 40 juta nomor, lewat nomor hape dengan cara seperti ini dan bisa dengan sangat cepat terdistribusi," tuturnya.

Berita Lainnya