close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. Dokumentasi BI
icon caption
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. Dokumentasi BI
Bisnis
Kamis, 20 Oktober 2022 18:41

Suku bunga naik jadi 4,75%, BI jamin likuiditas perbankan tetap longgar

BI menaikkan suku bunga acuan atau BI & day reverse repo rate sebesar 50 bps pada hari ini.
swipe

Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuannya atau BI 7 day reverse repo rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,75% pada Kamis (20/10). Meskipun demikian, BI memastikan kondisi likuiditas perbankan dan perekonomian akan tetap longgar.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan, rasio alat likuid pada September 2022 terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) masih tergolong tinggi di level 27,35%.

"Rasio ini tetap mendukung kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit di tengah berlangsungnya normalisasi kebijakan likuiditas melalui kenaikan giro wajib minimum (GWM) rupiah secara bertahap dan pemberian insentif GWM," kata Perry dalam paparannya.

Perry menambahkan, longgarnya likuiditas perekonomian tecermin dari pertumbuhan jumlah uang beredar dalam arti sempit (M1) dan luas (M2) masing-masing sebesar 13,5% year on year (yoy) dan 9,1% yoy. "Likuiditas yang longgar ini turut memberikan dorongan terhadap pemulihan ekonomi lebih lanjut."

Ketahanan sistem keuangan, terutama perbankan, sambungnya, juga tetap terjaga baik dari sisi permodalan maupun likuiditas. Aspek permodalan terpantau kuat dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Agustus 2022 sebesar 25,12%.

Sejalan dengan kuatnya permodalan, risiko juga tetap terkendali lantaran rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) Agustus 2022 hanya 2,88% (bruto) dan 0,79% (netto). Likuiditas perbankan pada September 2022 pun terjaga karena didukung pertumbuhan DPK sebesar 6,77% (yoy), yang nilainya lebih rendah daripada pertumbuhan Agustus 22022 sebesar 7,77%.

"Perlambatan DPK ini dikontribusi oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, belanja modal korporasi, dan preferensi penempatan dana pada aset keuangan lain yang terindikasi dari nilai kepemilikan surat berharga negara (SBN)," paparnya.

Lebih lanjut, Perry bilang, hasil simulasi BI juga menunjukkan ketahanan perbankan masih terjaga. Namun, potensi dampak dari sejumlah faktor risiko, baik dari sisi kondisi makro ekonomi domestik maupun gejolak eksternal, tetap perlu diwaspadai.

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan