sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI turunkan suku bunga acuan berkali-kali, bunga kredit cuma susut 0,74%

Penurunan suku bunga kredit lambat, padahal BI telah memangkas suku bunga acuan sebesar 175 basis poin (bps) sejak Juli 2019.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 17 Jul 2020 18:55 WIB
BI turunkan suku bunga acuan berkali-kali, bunga kredit cuma susut 0,74%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 392.934
Dirawat 61.851
Meninggal 13.411
Sembuh 317.672

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti menyampaikan penurunan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) tidak sejalan dengan penurunan tingkat suku bunga kredit perbankan. Akibatnya, dampak kebijakan BI belum terasa ke sektor riil.

Dia menjelaskan, sejak Juli 2019 BI telah memangkas suku bunga acuan sebesar 175 basis poin (bps) menjadi 4%. Namun, tingkat suku bunga perbankan baru turun 74 bps atau sebesar 9,99%.

"BI sudah menurunkan suku bunga 175 bps, tapi memang transmisi di sektor perbankannnya masih lambat. Jadi kami menurunkan 175 bps, tapi suku bunga kredit baru turun 74 bps atau 9,99% per juli 2020," katanya dalam video conference, Jumat (17/7).

Masih tingginya suku bunga kredit ini mengakibatkan lambatnya penyaluran kredit. Selain itu, mininya angka penyaluran kredit juga disebabkan oleh perbankan yang masih khawatir dengan risiko pinjaman di tengah kondisi pandemi Covid-19. 

Sponsored

"Bank masih khawatir memberi pinjaman karena melihat risiko. Itu kenapa proses penjaminan menjadi sangat penting dan ini tampaknya sudah difokuskan oleh pemerintah dalam rangka mendorong perbankan menyalurkan kredit untuk menggeliatkan ekonomi nasional," ujarnya.

Destri menyebut pertumbuhan kredit pada Mei 2020 tercatat 3,09% secara tahunan (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan April 2020 sebesar 5,73%, karena lemahnya permintaan domestik dan juga kehati-hatian perbankan akibat masih berlanjutnya pandemi Covid-19.

Namun demikian, Destri mengungkapkan alat likuiditas perbankan saat ini jauh lebih baik dibandingkan dengan krisis pada tahun 1998 dan 2008. Hal tersebut terlihat dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan Mei 2020 tetap tinggi yakni 22,14% dan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) tetap rendah yakni 3% (bruto) dan 1,17% (neto). 

Berita Lainnya