logo alinea.id logo alinea.id

Suku bunga turun, investor beralih ke reksa dana terproteksi

Investor mulai memilih produk-produk investasi dengan risiko rendah dan terukur.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Sabtu, 05 Okt 2019 07:09 WIB
Suku bunga turun, investor beralih ke reksa dana terproteksi

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Investment Management mengungkapkan industri reksa dana tumbuh pesat dengan pertumbuhan tinggi pada produk reksa dana indeks, Exchange Traded Fund (ETF) dan Pasar Uang.

Senior Analyst PNM Investment Management (PNMIM) Usman Hidayat mengatakan hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya risiko ketidakpastian di pasar keuangan global berdampak yang pada pasar domestik. Sehingga, investor beralih ke produk-produk investasi dengan risiko rendah dan terukur.

"Penerbitan reksa dana indeks, ETF, dan reksa dana terproteksi akan menjadi daya tarik utama bagi manajer investasi pada tahun mendatang," kata Usman di Jakarta, Jumat (4/10).

Usman melanjutkan, dengan tren penurunan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Indonesia, Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap (IRDPT) tumbuh signifikan pada 2019, sementara Indeks Reksa Dana Saham (IRDSH) cenderung mengalami penurunan. Sebab, investor cenderung mengalihkan alokasi portofolio dari saham ke fixed income, terutama Surat Berharga Negara (SBN).

"Sepanjang tahun 2019 hingga 30 September, IRDSH mencatatkan imbal hasil (return) negatif terdalam hingga 8,38%," ujar Usman.

Sementara itu, dari data PNMIM, IRDPT mencatatkan return terbesar 7,01% hingga 30 September 2019. Usman menilai, dalam jangka pendek-menengah hingga tahun depan, SBN dan RDPT akan membukukan kinerja yang unggul dibandingkan produk investasi lainnya.

Berdasarkan catatan PNMIM, penerbitan reksa dana saham hingga 13 September 2019, hanya mengalami peningkatan sebesar 2,07% dari 31 Desember 2018. Hingga 13 September, ada total penerbitan 345 reksa dana saham dengan Nilai Aktiva Bersih (Asset Under Management/AUM) sebesar Rp146,82 triliun. Nilai AUM tersebut menurun dari 31 Desember 2018 sebesar 4,52% dari Rp153,77 triliun.

Sementara, penerbitan RDPT hingga 13 September 2019 mengalami peningkatan sebesar 3,08% dari 31 Desember 2018. Ada total 335 penerbitan RDPT dengan AUM mencapai Rp117,57 triliun hingga 13 September 2019. AUM tersebut meningkat 9,79% dari Rp107,09 triliun per 31 Desember 2018.

Sponsored

Usman melihat reksa dana saham masih memiliki kecendrungan untuk menguat terbatas hingga akhir tahun.

"Reksa dana saham kami perkirakan akan membaik (rebound) pada kuartal IV-2019, sesuai dengan pola musimannya dan didukung dengan tendensi meredanya risiko ketidakpastian global," tutur Usman.