sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Surat utang ORI16 bisa dibeli mulai Rp1 juta

Obligasi negara ritel Indonesia seri 016 (ORI16) ditawarkan dengan kupon 6,8% per tahun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 02 Okt 2019 13:38 WIB
Surat utang ORI16 bisa dibeli mulai Rp1 juta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menerbitkan instrumen surat utang yang ditujukan kepada investor domestik yakni obligasi negara ritel Indonesia seri 016 (ORI 016). Produk ini dapat dibeli investor domestik mulai pada 2 Oktober 2019-24 Oktober 2019.

Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Loto Srinaita Ginting mengatakan surat utang ini memiliki tingkat kupon 6,8% per tahun dengan tenor tiga tahun yang jatuh tempo 15 Oktober 2022.

"Instrumen ini dapat dibeli secara online dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder," kata Loto di Jakarta, Rabu (2/10).

Loto melanjutkan, investor dapat membeli ORI 016 mulai dari minimal Rp1 juta hingga maksimal Rp3 miliar. Adapun untuk dokumen-dokumen yang perlu disiapkan berupa Single Investor Identification (SID), rekening surat berharga, dan kode unik investor.

Risiko berinvestasi di ORI 016 ini, kata Loto, telah dijamin oleh negara dan Undang-Undang, sehingga bisa dipastikan tidak akan ada risiko gagal bayar. Kemudian untuk risiko likuiditas, Loto mengatakan, risiko tersebut juga tidak berlaku karena ORI 016 dapat diperdagangkan kembali di pasar sekunder seluruhnya.

"Hanya ada risiko pasar berupa perubahan harga obligasi, artinya bisa bergerak naik atau turun ketika diperdagangkan kembali di pasar sekunder," ujar Loto.

Penjualan ORI 016 ini difasilitasi oleh 14 bank, empat sekuritas, dan lima perusahaan finansial teknologi. Fintek tersebut terdiri dari dua fintek peer-to-peer lending (p2p lending) dan tiga fintek berizin khusus sebagai agen penjual reksa dana (Aperd).

Pemesanan dan pembelian tersebut dapat dilakukan melalui perbankan seperti Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Permata, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Maybank Indonesia, Bank CIMB Niaga, Bank OCBC NISP, Bank Panin, Bank DBS Indonesia, Bank HSBC Indonesia, Bank UOB Indonesia, dan Bank Commonwealth.

Sponsored

Kemudian perusahaan efek adalah Trimegah Sekuritas Indonesia, Danareksa Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas. Lalu, untuk perusahaan efek khusus (Aperd) pemesanan bisa dilakukan melalui Bareksa Portal Investasi, Star Mercato Capitale (Tanamduit), dan Nusantara Sejahtera Inestama (Invisee).

Pemesanan melalui perusahaan fintek bisa melalui Investree Radhika Jaya (Investree) dan Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku).

Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya