sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah targetkan 406 kilometer jalan tol beroperasi tahun ini

Pemerintah telah menyelesaikan tujuh ruas tol sepanjang 52 kilometer.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 13 Jul 2021 15:26 WIB
Pemerintah targetkan 406 kilometer jalan tol beroperasi tahun ini

Widyaiswara Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis Hidayat Sumadilaga, mengungkapkan pihaknya menargetkan bisa merampungkan 19 ruas tol sepanjang 406 kilometer di Indonesia pada 2021.

Hingga saat ini, pemerintah telah berhasil menyelesaikan sebanyak tujuh ruas tol sepanjang 52 kilometer, yang sebanyak 14,2 kilometer di antaranya berada di tol Cengkareng - Batuceper - Kunciran.

"Pada 2021 ini, 19 ruas tol akan diselesaikan sepanjang 406 km dan saat ini sebagian sudah dioperasikan atau tujuh ruas sepanjang 52 km, antara lain tol Cengkareng - Batuceper - Kunciran 14,2 km," katanya dalam webinar, Selasa (13/7).

Sedangkan, jalan tol yang sedang dalam tahap konstruksi dan akan selesai tahun ini antara lain; Cileunyi - Sumedang - Dawuan sepanjang 61 km yang ditargetkan dapat diresmikan pada Desember mendatang.

Lalu, tol Balikpapan - Samarinda seksi satu dan lima sepanjang 33 km yang ditargetkan dapat diresmikan dan dioperasikan secara penuh pada Agustus 2021.

Selain jalan tol, pemerintah juga tetap memprioritaskan pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional. Untuk jalan Trans Papua di Papua Barat dibangun jalan sepanjang 1.116 km yang menghubungkan Sorong-Manokwari sepanjang 594 km.

Juga menghubungkan Manokwari-Windesi yang merupakan perbatasan Provinsi Papua sepanjang 521 km, sehingga sudah tembus ke wilayah Papua Barat seluruhnya.

Lalu, di Provinsi Papua dibangun sepanjang 2.345 Km di mana telah tembus 2.329 km dan hanya menyisakan 16 km yang belum tembus.

Sponsored

Target sejumlah infrastruktur tersebut, lanjut Danis, merupakan bagian dari target pemerintah 2020-2024, yaitu pembangunan 2.500 km jalan tol baru, 3.000 km jalan nasional baru, 38.000 meter lebih jembatan, dan 31.000 meter lebih flyover dan underpass.

"Untuk jalan tol pembangunannya tidak berdiri sendiri, namun harus dikaitkan dengan pengembangan kawasan produktif seperti kawasan industri, pariwisata, bandara, dan pelabuhan untuk meningkatkan kelancaran logistik," ujarnya.

 

Berita Lainnya