sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek II diusulkan Rp1.250 per kilometer

Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek II rencananya akan terintegrasi dengan Tol Jakarta-Cikampek yang telah beroperasi.

Hermansah
Hermansah Senin, 23 Sep 2019 01:43 WIB
 Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek II diusulkan Rp1.250 per kilometer

Direktur Utama Jasa Marga Jalan Layang Cikampek Djoko Dwijono menyampaikan, tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek II diusulkan Rp1.250 per kilometer (km). 

“PPJT-nya itu Rp1.250 per kilometer. Ini kami lagi pembahasan alot, karena masing-masing harus tercapai tujuannya, baik Jasa Marga dan pemerintah yang mewakili masyarakat,” kata Djoko saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau lokasi pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Jakarta, Minggu.

Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek II rencananya akan terintegrasi dengan Tol Jakarta-Cikampek yang telah beroperasi. Dengan demikian, tarif yang dikenakan untuk kedua jalan bebas hambatan tersebut akan sama.

“Tarifnya terintegrasi, artinya tol atas dan bawah akan jadi satu. Namun, itu sebetulnya kebijakan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), boleh atau tidak,” ujar Djoko.

Pemberlakuan tarif untuk tol layang sepanjang 36,4 km tersebut akan bersifat terbuka. Di mana pelanggan dapat langsung membayar menggunakan pembayaran nontunai saat masuk dari Gerbang Tol Cikunir dan berakhir di Karawang Barat atau Karawang Timur.

“Jadi ini tidak ada pintu keluar lain, hanya di Karawang Barat atau Karawang Timur. Nah, pengendara nanti tinggal memilih mau menggunakan tol yang di bawah atau tol layang,” ungkap Djoko.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta agar pengoperasian Tol Layang Jakarta-Cikampek II akan mampu memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi kurang dari tiga jam.

“Sekarang ini mobil yang dari Jakarta menuju Bandung, exercise lebih dari empat jam. Kami harapkan dengan tol ini waktu tempuhnya menjadi kurang dari tiga jam,” kata Budi saat meninjau pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek II di Jakarta, Minggu.

Sponsored

Oleh karena itu, Budi menyampaikan, pihak terkait yakni pemerintah, Waskita Karya dan Jasa Marga harus merencanakan pengoperasian tol setinggi enam meter itu dengan baik.

“Kita harus rencanakan bagaimana distribusinya, siapa saja yang boleh naik tol layang, ini menjadi penting untuk diperhatikan,” ungkap Budi.

Tol Layang Jakarta-Cikampek II dengan panjang 36,4 kilo meter itu diharapkan selesai dibangun pada akhir Oktober, sehingga dapat diuji kelaikan pada November dan mulai beroperasi untuk dapat mengakomodasi perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Menhub meminta agar diuji coba berbagai skenario kecelakaan yang mungkin terjadi di tol layang tersebut, sekaligus merekomendasikan penanganannya.

“Kalau saat ini yang diskenariokan itu, adanya putar balik, kemudian disediakan area parkir, dan ada tangga ke bawah. Nah, ini semua harus bersandar pada keamanan,” kata Menhub. (Ant)