sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Terinfeksi Covid-19, China tetap jadi importir terbesar Indonesia

Impor nonmigas China ke Indonesia pada Maret 2020 mencapai 26,34% dari total impor.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 15 Apr 2020 17:04 WIB
Terinfeksi Covid-19, China tetap jadi importir terbesar Indonesia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor China ke Indonesia meningkat tajam pada Maret 2020. Padahal, negara tersebut baru saja lumpuh akibat karantina wilayah yang disebabkan pandemi Covid-19.

Kepala BPS Suhariyanto menerangkan nilai impor nonmigas China ke Indonesia pada Maret 2020 mencapai 26,34% dari total impor atau senilai US$2,984 miliar.

Nilai impor China tersebut melonjak 50,43% dibandingkan dengan nilai impor pada Februari 2020 yang hanya sebesar US$1,984 miliar.

"Kalau dari negara asal, impor nonmigas Maret 2020 karena recovery dari China sangat cepat sehingga impornya meningkat USD$ 1 miliar ke Indonesia," katanya dalam video conference, Rabu (15/4).

Sebaliknya, Suhariyanto menuturkan, impor Indonesia dari China berupa bawang putih senilai US$18,8 juta atau setara 18.000 ton, buah pir, dan peralatan elektronik seperti notebook.

Sementara itu, impor terbesar kedua pada Maret 2020 datang dari Taiwan sebesar US$373 juta atau meningkat 62,08% dibandingkan bulan sebelumnya yaitu US$230 juta. 

Disusul dari Belanda sebesar 196% menjadi US$120 juta dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya tercatat sebesar US$40,7 juta. Serta Amerika Serikat sebesar 22,68% dari US$551 juta ke US$676 juta.

Apabila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, impor Januari–Maret 2020 dari tiga negara utama turun. Penurunan ini terutama disumbang oleh Tiongkok US$1.511,6 juta atau 14,51%, Jepang US$370,9 juta atau 9,35%, dan India US$171,3 juta atau turun 15,03%.

Sponsored
Berita Lainnya