logo alinea.id logo alinea.id

Tiga KEK akan diluncurkan pada 2019

Tiga KEK yang diluncurkan dan ditetapkan tahun depan di antaranya Sungailiat di Bangka, Tanjung Gunung di Bangka Belitung, dan Singosari.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Kamis, 27 Des 2018 17:04 WIB
Tiga KEK akan diluncurkan pada 2019

Pemerintah berencana meluncurkan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di beberapa kawasan. Beberapa masih tahap perkembangan dan diharapkan beroperasi tahun depan. 

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto mengatakan tiga KEK yang diluncurkan dan ditetapkan tahun depan di antaranya Sungailiat di Bangka, Tanjung Gunung di Bangka Belitung, dan Singosari di Jawa Timur. 

"Masih harus koordinasi karena ada tambang timah di Bangka Belitung. Sudah tinggal proses yang Singosari. Koordinasi nanti dengan Kementerian ESDM, PT Timah, dan Pemda. Itu pekerjaan rumah Gubernur," ujar Enoh saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (27/12). 

Dari 12 KEK yang sudah dideklarasikan atau diresmikan, baru enam kawasan yang sudah beroperasi pada tahun ini. Yakni, Sei Mangke, Tanjung Lesung, Mandalika, Palu, Lhokseumawe, dan Galang Batang. 

Proses pengembangan di kawasan itu juga banyak ditemui beberapa kendala, ada yang cepat dan ada juga investor yang masih menimbang-menimbang beberapa hal. 

"Itu perkembangnya berjalan, ada yang cepat. Misalnya Mandalika, Galang Batang, Palu juga walaupun baru kena tsunami. Tetapi setelah tsunami ada investor yang mau masuk. Mereka akan bangun smelter mangan di sana, kemarin saya sudah bantu soal perizinan dan sebagainya," papar Enoh. 

Pemerintah juga akan mengevaluasi Tanjung Lesung. Evaluasi dilakukan langsung oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution. 

Tidak kalah penting, pemerintah akan mengimbau kepada investor yang akan berinvestasi di KEK untuk membangun mitigasi bencana yang kuat. "Kami akan meminta supaya mereka punya teknologi baru yang bisa diprediksi kejadian bencana dan sebagainya," tutur dia. 

Sponsored

Belum lama ini, Wakil Ketua II Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Budi Santoso berserta jajarannya, juga mengadakan workshop Perkembangan KEK, yang diselenggarakan di salah satu hotel di Jakarta. Dihadiri 11 badan usaha pembangun dan pengelola (BUPP) KEK. 

Berdasarkan pemaparan dan diskusi dari workshop tersebut dan dari BUPP KEK yang telah beroperasi, masalah yang seringkali dihadapi adalah terkait dengan fasilitas dan kemudahan, terutama mengenai implementasinya. 

Menanggapi masalah-masalah yang dihadapi oleh BUPP KEK tersebut, Budi menyatakan pada 2019 akan disusun SK tim tetap untuk mencari solusi-solusi dalam menangani kendala-kendala fasilitas dan kemudahan KEK. 

Selain itu juga dilakukan penyempurnaan PP No 96 tahun 2015 tentang Fasilitas dan Kemudahan di KEK. Penyempurnaan tersebut membutuhkan masukan atas implementasi yang ada sehingga diharapkan saat regulasinya telah diterbitkan nanti, berbagai masalah yang dihadapi selama ini dapat terselesaikan.