logo alinea.id logo alinea.id

Tiga perusahaan sepakat garap tol Semarang-Demak senilai Rp5,6 triliun

PT PP, Wijaya Karya, dan Misi Mulia Metrical akan membangun ruas tol Semarang-Demak dengan membentuk perusahaan patungan.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Jumat, 09 Agst 2019 15:47 WIB
Tiga perusahaan sepakat garap tol Semarang-Demak senilai Rp5,6 triliun

Sebanyak tiga perusahaan yaitu PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya Tbk., dan PT Misi Mulia Metrical menyepakati perjanjian usaha patungan proyek ruas tol Semarang-Demak

Ketiga perusahaan telah menandatangani kesepakatan usaha dengan total investasi Rp5,6 triliun dan pembentukan perusahaan PT PP Semarang Demak.

Direktur Utama PT Misi Mulia Metrical Hasnaeni menyatakan, pihaknya sebagai perusahaan swasta ikut mendukung pemerintah pada sektor infastruktur khususnya jalan tol.

"Presiden Joko Widodo telah melakukan perubahan yang sangat signifikan pada sektor infrastruktur. Di mana, infrastruktur khususnya jalan tol di Indonesia ketinggalan 40 tahun dengan negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan lain-lain," ujar Hasnaeni dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (9/8).

Dia menuturkan pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Presiden Jokowi patut diapresiasi karena membawa perubahan yang sangat signifikan.

Selain itu, Hasnaeni mengungkapkan bahwa keinginan pihaknya berinvestasi di jalan tol adalah karena keyakinan bahwa bila infrastruktur maju, ekonomi juga akan tumbuh.

"Dalam sejarah jalan tol, baru kali ini swasta dilibatkan. Ini satu yang sangat luar biasa dalam sejarah jalan tol," ucapnya.

Proses selanjutnya adalah penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sponsored

Sebagai informasi, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan upaya investasi dan aman agar semakin banyak lagi investor yang menanamkan modalnya di berbagai proyek, terutama dalam proyek pengembangan infrastruktur seperti bisnis jalan tol.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit menyatakan masih banyak investor asing takut untuk mengambil risiko investasi berbasis proyek.

Menurut Danang, ada tiga cara investasi yang mudah dan aman untuk para investor asing dapat memulai berinvestasi di bisnis jalan tol.

"Cara yang pertama adalah investasi melalui pasar modal. Saat ini sudah banyak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang merupakan perusahaan terbuka sehingga investor dapat dengan mudah membeli saham atau membuat kesepakatan strategis langsung dengan BUJT," papar Danang.

Cara yang kedua, lanjutnya, yaitu dengan membentuk konsorsium perusahaan dengan 33 BUJT di Indonesia. BPJT selaku regulator dapat memfasilitasi investor yang tertarik dalam skema investasi ini. Tentu saja hal ini aman bagi investor asing, mengingat BUJT memahami betul proses bisnis jalan tol sehingga mengurangi risiko yang harus dihadapi oleh investor asing.

Sementara itu, cara yang ketiga adalah untuk para investor yang berani mengambil risiko. Investor ini dapat melakukan investasi langsung ke Indonesia dengan membentuk BUJT dan menjadi lead konsorsium. "Sudah ada beberapa perusahaan asing yang melakukan hal ini, biasanya adalah perusahaan yang awalnya memang bergerak di bisnis jalan tol," jelas Danang. (Ant)