logo alinea.id logo alinea.id

Tiket mahal, penumpang pesawat anjlok 28% pada April 2019

Penumpang pesawat udara pada April 2019 ini hanya 5,66 juta. padahal pada April 2018 mencapai 7,27 juta penumpang. 

Soraya Novika Nanda Aria Putra
Soraya Novika | Nanda Aria Putra Senin, 10 Jun 2019 13:51 WIB
Tiket mahal, penumpang pesawat anjlok 28% pada April 2019

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan jumlah penumpang pesawat udara domestik April 2019 sebesar 28,48%. Penumpang angkutan udara pada April 2019 ini hanya 5,66 juta, padahal pada April 2018 mencapai 7,27 juta penumpang. 

Demikian pula jika dibandingkan dengan Maret 2019, jumlah penumpang April 2019 tercatat merosot 6,26% dari 6,03 juta penumpang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan penurunan signifikan terhadap jumlah penumpang ini disebabkan kenaikan harga tiket pesawat sejak akhir 2018.

"Akan tetapi, di sisi lain, hal ini justru bagus untuk transportasi darat, sehingga konsumen mempunyai pilihan lain untuk menggunakan moda transportasi yang lebih banyak," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (10/6). 

Secara keseluruhan, pertumbuhan jumlah penumpang pesawat domestik pada periode Januari-April 2019 juga tercatat merosot 20,5% atau setara 24 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 30,2 juta orang.

Penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang penerbangan internasional pada April 2019 sebesar 1,54% menjadi 1,49 juta penumpang. Jika dibandingkan Maret 2019, jumlah penumpang penerbangan internasional juga turun 3,44%. 

Namun, secara kumulatif, jumlah penumpang penerbangan internasional pada periode Januari - April 2019 masih tumbuh 3,21% menjadi 5,9 juta penumpang. 

Angkutan Lebaran

Sponsored

Ditemui secara terpisah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan transportasi udara menjadi satu-satunya moda yang mengalami penurunan jumlah penumpang selama Lebaran 2019. 

“Penurunan hingga 15%,” kata Budi. 

Sementara,  moda transportasi massal lain mengalami kenaikan selama lebaran 2019 yakni angkutan bus naik sekitar 10%-15%, kapal laut naik 10%-15%, dan kereta api naik hingga 10%.

Budi mengatakan kenaikan tiga moda transportasi massal itu didorong oleh sejumlah infrastruktur yang telah selesai, seperti jalan tol. Sedangkan untuk pesawat udara ia mengatakan penurunan terjadi dikarenakan berbagai hal. 

“Penyebabnya karena banyak pesawat yang tidak beroperasi. Kedua, karena harga tiket yang melonjak naik,” kata dia.

Lebih lanjut, Budi mengatakan harga tiket yang sempat menjadi perhatian publik dari akhir tahun lalu juga telah menyebabkan perpindahan moda transportasi dari udara ke moda transportasi lainnya.

Selain itu, Ia juga menyampaikan penambahan penerbangan (extra flight) di rute domestik juga sangat minim pada Lebaran tahun ini, sehingga tidak mampu mendongkrak penurunan jumlah penumpang untuk transportasi udara.

Meski demikian, Budi melanjutkan, penurunan bukan disebabkan oleh demand atau permintaan yang turun.  “Sebenarnya di Lebaran itu demand-nya relatif baik. Jadi kalau suplainya ada paling banter turunnya 2-3%,” ucapnya.

Namun demikian, Budi mengaku belum memiliki angka pasti jumlah penumpang yang berpindah dari menggunakan transportasi udara ke transportasi lainnya, seperti angkutan pribadi.

Shifting (perpindahan) ke angkutan pribadi belum diukur, tapi kalau dilihat porsinya itu ada,” tuturnya.

Fenomena cocoklogi versus ilmu pengetahuan

Fenomena cocoklogi versus ilmu pengetahuan

Senin, 24 Jun 2019 22:15 WIB
Siasat turunkan harga tiket pesawat domestik

Siasat turunkan harga tiket pesawat domestik

Jumat, 21 Jun 2019 20:21 WIB