sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Harga tiket pesawat jadi kendala Wishnutama sulit kejar devisa US$21 M

Target devisa pada 2020 akan bertumpu pada sejumlah lokasi wisata yang berada di luar pengembangan lima lokasi wisata super prioritas.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 26 Des 2019 06:00 WIB
Harga tiket pesawat jadi kendala Wishnutama sulit kejar devisa US$21 M
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, mengatakan target penerimaan devisa negara dari sektor pariwisata pada 2020 mencapai US$21 miliar. Target tersebut naik dari 2019 yang hanya sebesar US$20 miliar.

Menurut dia, target pencapaian devisa pada 2020 akan bertumpu pada sejumlah lokasi wisata yang berada di luar pengembangan lima lokasi wisata super prioritas. Seperti diketahui, kelima lokasi wisata super prioritas itu antara lain Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

“Target dari devisa itu bisa jadi US$21 miliar. Ada lima destinasi super prioritas, tapi lagi dibangun. Jadi, kita coba cari yang lain dulu selain yang lima super prioritas," kata Wishnutama di rumah dinas Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Jakarta, Rabu (25/12).

Kelima destinasi wisata super prioritas tersebut, kata dia, masih dalam tahap persiapan. Termasuk pembenahan ekosistem ekonomi dan pembangunan infrastruktur pendukungnya. "Kelimanya potensial, tapi di saat yang bersamaan kita harus membangun infrastruktur, bangun ekosistem ekonomi kreatifnya dulu," ujarnya.

Untuk mengejar target devisa dari sektor pariwisata, Wishnutama mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Menurutnya, harga tiket pesawat yang saat ini masih mahal menjadi salah satu biang kerok sulitnya mengejar target devisa pada 2020. Pasalnya, dampaknya sangat terasa pada sektor pariwisata dengan terjadinya penurunan jumlah penumpang pesawat.

"Kami akan review semuanya, possibility bagaimana kita bisa menekan harga tiket. Salah satu faktor utamanya harga tiket. Itu juga ada laporannya soal masalah turunnya okupansi itu," ucapnya.

Namun demikian, Wishnutama mengakui, persoalan tiket pesawat sangat kompleks karena terkait dengan harga bahan bakar avtur dan biaya perawatan pesawat yang juga mahal. Karena itu, dia menuturkan, perlu ada pembahasan komprehensif agar dapat ditemukan solusi untuk menekan harga tiket pesawat. 

Sponsored

"Kami harus melihat secara komprehensif bagaimana cara menekan harga tiket ini agar lebih kompetitif," kata Wishnutama.

Sementara itu, untuk realisasi devisa dari sektor pariwisata pada 2019, dia belum dapat menyebutkan lebih detil. Pasalnya, kata dia, harus dihitung dari awal hingga akhir tahun terlebih dahulu untuk memastikan angkanya.

"Kan ndak bisa dihitung sekarang, kita kan harus dapat laporannya di awal tahun depan. Kalau ini kan bukan kayak target jumlah wisatawan, tapi menghitung devisa," kata Wishnutama.

Berita Lainnya