logo alinea.id logo alinea.id

Tower Bersama rancang emisi obligasi global Rp12,02 triliun

Emiten menara milik konglomerat Edwin Soeryadjaya, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) emisi obligasi global senilai US$850 juta.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 21 Mei 2019 20:02 WIB
Tower Bersama rancang emisi obligasi global Rp12,02 triliun

Emiten menara milik konglomerat Edwin Soeryadjaya, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) merancang emisi obligasi global senilai US$850 juta setara Rp12,02 triliun dengan asumsi kurs Rp14.145 per dolar Amerika Serikat.

Direktur Keuangan TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan restu untuk penerbitan obligasi global tersebut dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang digelar di Hotel Westin, Kuningan, Jakarta, Selasa (21/5). 

Penerbit global bonds tersebut adalah anak usaha yang 100% dimiliki oleh perseroan, yakni TBG Global Pte. Ltd. Global bonds akan diterbitkan di Amerika Serikat berdenominasi dolar AS.

Obligasi global itu akan digunakan untuk refinancing, terutama pelunasan kewajiban utang yang jatuh tempo dan pembayaran dipercepat atas pinjaman, serta untuk ekspansi usaha. 

Transaksi terbilang materil lantaran mencapai 326,8% dari total ekuitas perseroan. Per akhir Maret 2019, total ekuitas perseroan mencapai Rp3,67 triliun.

Kendati demikian, Helmy menjelaskan jumlah tersebut tidak serta merta akan diterbitkan dalam waktu dekat. Manajemen TBIG masih memantau kondisi pasar obligasi global.

"Bunga dari global bonds itu sebesar 8% dan tenornya sekitar 5-10 tahun," ujarnya dalam paparan publik.

Selain itu, manajemen TBIG menggenjot target pertumbuhan 3.000 tenant baru pada tahun ini. Untuk mengejar target itu, perseroan bakal membangun 1.000 unit menara baru dan mengandalkan kolokasi 2.000 menara.

Sponsored

Perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp1 triliun-Rp1,5 triliun. Manajemen akan merogoh kas internal, pinjaman sindikasi perbankan, dan dari emisi obligasi.

Dividen

Sementara itu, Direktur Utama TBIG Herman Setya Budi menuturkan, pemegang saham dalam RUPST merestui pembagian dividen tahun buku 2018 senilai Rp600 miliar. 

Sepanjang tahun 2018, TBIG mengantongi laba bersih Rp680,6 miliar. Sehingga, nyaris seluruh laba digunakan sebagai dividen. Tersisa Rp500 juta untuk cadangan umum dan selebihnya bagi saldo laba.

"Dividen ini akan didistribusikan tanggal 21 Juni 2019 kepada seluruh pemegang saham," kata dia pada kesempatan yang sama.

Pada kuartal I-2019, TBIG meraup pendapatan Rp1,13 triliun. Capaian itu naik tipis 8,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,03 triliun.

Pendapatan tersebut, sebanyak 84% diperoleh dari hasil penyewaan tower kepada tiga operator telekomunikasi. Tiga operator tersebut adalah Telkomsel yang menyumbang pendapatan sebesar 64,4%, Indosat sebesar 21,9%, dan XL sebesar 18%.

Pada perdagangan Selasa (21/5), saham TBIG ditutup menguat 0,32% sebesar 10 poin ke level Rp3.110 per lembar. Kapitalisasi pasar saham TBIG mencapai Rp14,09 triliun dengan imbal hasil negatif 37,04% dalam setahun terakhir.