sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Turis asing dapat diskon US$50 untuk paket wisata Indonesia

Insentif ini akan diberikan melalui penyedia layanan pemesanan perjalanan atau travel agent.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 26 Feb 2020 16:35 WIB
Turis asing dapat diskon US$50 untuk paket wisata Indonesia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 373.109
Dirawat 64.032
Meninggal 12.857
Sembuh 297.509

Pemerintah akhirnya memberikan insentif berupa potongan harga paket perjalanan untuk wisatawan mancanegara (wisman). Insentif tersebut diberikan menyusul anjloknya pertumbuhan industri pariwisata nasional sejak merebaknya coronavirus di China.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan insentif ini akan diberikan melalui penyedia layanan pemesanan perjalanan atau travel agent.

"Turis mancanegara itu melalui Kementerian Pariwisata yang diberikan insentif adalah travel agent sebesar US$20-US$50," katanya usai diskusi Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (26/2).

Budi menjelaskan insentif ini berlaku di 10 destinasi wisata prioritas. Namun, kata Budi, besaran insentif yang diberikan berbeda untuk tiap-tiap turis sesuai negara asalnya. 

"Tarifnya tergantung negara-negaranya, detailnya Pak Wishnutama yang tahu," ujarnya.

Sementara, untuk insentif domestic, pemerintah menyiapkan insentif sebesar 40%. Rinciannya, 30% dari pemerintah pusat, 15% diskon avtur dari PT Pertamina (persero), dan 5% gabungan dari PT Angkasa Pura I dan II serta Airnav.

Semua insentif tersebut diberikan kepada maskapai penerbangan untuk menurunkan tarif tiket yang akan dinikmati penumpang. Namun, diskon tersebut hanya berlaku untuk 25% dari total kursi pesawat.

"Insentif berlangsung selama tiga bulan. Kita ingin Maret, April, Mei, dunia penerbangan dapat insentif agar penumpang bisa bertambah," ujarnya.

Sponsored

Dia pun mengatakan  insentif dapat diperpanjang jika coronavirus masih mengganggu pergerakan orang dan berdampak kepada sektor pariwisata.

"Kita berikan kesempatan pada dasarnya tiga bulan dulu kalau situasi recover. Kalau belum ya kita pertimbangkan untuk diperpanjang," jelasnya.

Berita Lainnya