sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

UMKM berpotensi dongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 7%

Presiden terpilih Joko Widodo dinilai perlu mengembangkan ekonomi kreatif seperti Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM).

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 15 Jul 2019 18:37 WIB
UMKM berpotensi dongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 7%

Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyatakan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) harus mencari berbagai cara kreatif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di atas 5%.

Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta mengatakan salah satu yang bisa dilakukan pemerintah yakni mendorong pertumbuhan Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM)

Arif memaparkan, dari hasil studi KEIN, jika pemerintah bisa meningkatkan omzet UMKM menjadi 30%, maka hal tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke angka 7% atau lebih. 

"Untuk meningkatkan omzet UMKM, ada instrumen pembiayaannya, ada instrumen akses pasarnya, kemudian instrumen kebijakan fiskalnya, termasuk bagaimana melibatkan UMKM dalam bidang ekspor dan investasi yg masuk ke Indonesia," ujar Arif di Jakarta, Senin (15/7).

Dengan cara seperti itu, Arif berharap nantinya usaha besar, dan UMKM dengan backbone digital ini bisa bersama-sama maju meningkatkan perekonomian Indonesia di atas 5%.

Namun, Arif mengatakan semua keputusan untuk menyegarkan pos-pos kementerian berada di tangan Presiden. Presiden, menurut Arif, telah memiliki preferensi bidang-bidang yang butuh perhatian serius. 

"Misalnya, di bidang investasi dalam kerangka meningkatkan ekspor, dalam rangka untuk meningkatkan ekonomi, saya rasa pak Presiden sudah punya preferensi. Kita percaya kalau yang dipilih adalah orang- orang yang terbaik," ujar Arif. 

Lebih lanjut, Arif menyarankan Jokowi untuk mempertimbangkan beberapa hal saat memilih jajaran menteri kabinet di periode kedua. 

Sponsored

"Pak Presiden sudah mengarahkan, untuk tumbuh di atas 5% itu penting untuk meningkatkan ekspor. Kemudian yang kedua penting untuk meningkatkan investasi," ujar Arif.

Pengembangan SDM para pelaku UMKM

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor ekonomi kerakyatan yaitu UMKM dan koperasi yang masih lemah. Sebab, perannya sangat besar dalam perekonomian Indonesia.

"Karena jumlah UMKM sangat besar, memberikan sumbangan PDB tidak sedikit dan menyerap banyak tenaga kerja," kata Sutrisno Iwantono.

Pernyataan Sutrisno ini menanggapi pidato Presiden Jokowi dalam acara Visi Indonesia. Dalam pidatonya Minggu (14/7), Presiden Jokowi mengatakan akan memberikan prioritas pembangunan SDM karena menjadi kunci Indonesia ke depan.

Sutrisno mengatakan jumlah UMKM saat ini lebih dari 60 juta. Selain itu, dari sekitar 120 juta angkatan kerja di Indonesia pada 2017 sebesar kurang lebih 96% diserap di sektor UMKM. UMKM juga menyumbang sekitar 57% PDB.

"Peran UMKM dalam ekonomi sangat nyata, karena juga merupakan jalur distribusi utama yang melayani langsung kebutuhan ekonomi rakyat," katanya.

Namun, katanya, kualitas SDM UMKM sangat rendah. Pada tahun 2017 lebih dari 61% tingkat pendidikannya SMP ke bawah atau 40% pendidikan SD, dan 21% SMP. Sedang tingkat SMA/SMK hanya 29%, dan pendidikan tinggi hanya sekitar 9%.

Salah satu kualitas SDM UMKM yang perlu ditingkatkan adalah dalam hal teknologi, apalagi dalam berbagai kesempatan Presiden Jokowi juga selalu menyebut tentang pentingnya pengembangan ekonomi berbasis teknologi digital. (Ant)