logo alinea.id logo alinea.id

UMKM binaan Bank Indonesia sumbang ekspor Rp1,4 triliun

Bank Indonesia (BI) sudah membina 898 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Jumat, 12 Jul 2019 14:54 WIB
UMKM binaan Bank Indonesia sumbang ekspor Rp1,4 triliun

Bank Indonesia (BI) menyatakan hingga saat ini Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hasil binaan BI sudah mencapai 898 unit dari 46 kantor di seluruh Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan dari 898 UMKM itu terdapat 174 unit yang sudah mendapat pembiayaan pengembangan usaha dari perbankan di Indonesia.

"Dari 898 itu, sudah ada 91 UMKM yang ekspor, dengan keuntungan mencapai Rp1,4 triliun selama setahun terakhir ini," kata Perry saat memberikan sambutan dalam Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 2019 di Jakarta, Jum'at, (12 /7).

Di samping itu, kata Perry, sudah banyak UMKM di bawah binaan BI yang telah Go Digital. Perry menyebutkan sebanyak 355 UMKM sudah meraup keuntungan hingga Rp355 miliar dari pemasaran produk lewat platform digital.

"Semua produknya telah banyak beredar di platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Termasuk juga platform e-commerce," katanya.

Perry menyebut KKI 2019 ini merupakan perayaan tahunan sekaligus apresiasi kepada pelaku  UMKM. Dalam gelaran pameran ini, BI menghadirkan 370 UMKM terbaiknya dari 898 UMKM binaan. 

"Saat ini kami pilih 370 UMKM dari 898 UMKM yang best of the best, produknya unggulan, kualitasnya bagus dan terbaik. Tapi jelas harganya sesuai dengan harga pengrajin,” ujarnya. 

Pembiayaan perbankan

Sponsored

Sementara itu, Perry Warjiyo menyampaikan gelaran KKI 2019 yang akan berlangsung selama tiga hari ini nantinya menjadi ajang UMKM untuk melakukan audiensi ke perbankan demi mendapatkan pembiayaan usaha. 

"Kami akan lakukan business matching, menghubungkan UMKM dengan perbankan untuk pembiayaan. Sebanyak 91 UMKM sudah kita pilih. Dari situ, 28 akan lakukan bisnis matching dengan perbankan, 30 dengan eksportir, dan sisanya dengan e-commerce,” kata Perry.

Perry menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan tempat dengan nama BI Launch. Di situ, UMKM dapat melakukan audiensi, dan berdiskusi langsung dengan pihak pendukung, seperti perbankan, importir, dan e-commerce. 

Dengan demikian, Perry menargetkan omzet penjualan produk UMKM dalam KKI 2019 jauh lebih besar dari tahun lalu.

"Dalam 3 hari ini targetnya omset jauh lebih besar dari tahun lalu,  selain karena KKI 2019 ini sudah banyak peminatnya,” ujarnya 

Perry menjelaskan, bahwa produk UMKM ini diusahakan mengangkat aspek budaya lokal, terutama budaya-budaya yang sudah mulai punah dan dilupakan

"Kita juga menggunakan teknik dengan mengambil sumber dari kekayaan alam, seperti dari Bengkulu, itu bahannya dari alam sehingga hal itu dapat mengurangi import,” katanya. 

Dalam Pameran Karya Kreatif 2019 ini, terdapat 120 UMKM yang memasarkan kain dan pakaian. Sebanyak 88 UMKM memasarkan produk-produk kerajinan seperti tas, ukiran, anyaman, termasuk aksesoris. Selain itu, 150 UMKM menjual produk makanan dan minuman, seperti kopi dari berbagai daerah.

Untuk diketahui, yang berbeda dari KKI sebelumnya, KKI 2019 menghadirkan sistem pembayaran yang lebih mudah, konektivitas UMKM dengan perbankan, dan mengkombinasikan produk UMKM terutama pakaian,  dengan desainer-desainer ternama tanah air, seperti Dian Pelangi, Toton, Tuty Adib, Didi Budiarjo, Ferry Sunarto, Itang Yunasz, Wingnyo Rahadi, Frisma Yeni, dan Denny Saputra.

Dengan demikian, Perry berharap semua elemen yang dihadirkan dalam acara ini dapat secara langsung terhubung satu dengan yang lain, sehingga UMKM Indonesia dapat berkembang pesat karena didukung berbagai pihak. 

Turut hadir dalam acara ini Wakil Presiden Yusuf Kalla dan Istri Wakil Presiden Mufidah Yusuf Kalla, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.