sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Unicharm bidik dana IPO Rp1,2 triliun di Desember

Uni-Charm lndonesia, produsen popok dan pembalut Charm akan melepas saham pada Desember 2019.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 25 Nov 2019 14:24 WIB
Unicharm bidik dana IPO Rp1,2 triliun di Desember
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

PT Uni-Charm lndonesia (Unicharm), produsen popok bayi, pembalut wanita, dan popok dewasa di Indonesia berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). 

Presiden Direktur Unicharm Indonesia Yuji Ishii mengatakan jumlah saham yang akan ditawarkan dalam skema IPO ini sebanyak 831 juta lembar saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah dengan nilai nominal sebesar Rp100 per saham.

Yuji mengatakan saham Unicharm akan dilepas ke publik pada rentang harga 1.400-1.800 per lembar saham. Perseroan menargetkan akan memperoleh dana sebesar Rp1,2 triliun dari proses IPO ini.

"Rencananya, dana hasil penawaran umum sekitar 64,6% akan diguakan untuk kebutuhan belanja modal, yaitu pembelian fasilitas produksi baru dan peremajaan fasilitas produksi yang sudah ada," tutur Yuji saat due diligence di Jakarta, Senin (25/11).

Selain itu, sekitar 20,6% akan digunakan untuk pembayaran utang dan sisanya sekitar 14,8% akan digunakan untuk modal kerja.

Adapun dengan adanya dana IPO ini, Unicharm belum berencana akan membuka pabrik kelima mereka. Sebab, kata Yuji, pabrik keempat mereka yang berada di Mojokerto, Jawa Timur, masih memiliki ruang yang cukup luas untuk diperlebar lagi.

"Utilisasi baru 80%. Jadi dua sampai tiga tahun ke depan kami tak akan membangun pabrik baru," ujar Yuji.

Yuji melanjutkan, pada IPO ini, selain membidik investor lokal, Charm juga membidik investor asing yang berasal dari Singapura, Hong Kong, dan Jepang pada penawaran saham mereka.

Sponsored

Perusahaan menargetkan bisa menggenggam pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 11 Desember 2019 dan masa penawaran umum akan dilangsungkan pada tanggal 12 dan 13 Desember 2019. Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada tanggal 20 Desember 2019.

“Kami optimistis saham kami akan diminati oleh investor karena kami merupakan perusahaan pemimpin pasar di Indonesia,” kata Yuji.

Ketiga kategori produk utama perseroan memiliki pangsa pasar yang mencapai 49,8% untuk produk popok bayi, 42,1% untuk produk pembalut wanita, dan sekitar 46% untuk produk popok dewasa berdasarkan nilai pasar ritel pada 2018.

Berita Lainnya