sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Upah buruh tani dan bangunan hanya naik tipis

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan upah nominal harian buruh tani pada September 2019 sebesar 0,13% dibandingkan Agustus 2019.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 15 Okt 2019 23:52 WIB
Upah buruh tani dan bangunan hanya naik tipis

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan upah nominal harian buruh tani pada September 2019 sebesar 0,13% dibandingkan Agustus, dari Rp54.354 menjadi Rp54.424.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dengan kenaikan upah nominal tersebut turut mendorong kenaikan upah riil buruh tani sebesar 0,87%, dari Rp37.904 bulan Agustus menjadi Rp38.233 pada September.

"Upah riil menggambarkan daya beli dari pendapatan yang diterima buruh," katanya di Kantor BPS, Selasa (15/10).

Sementara untuk upah buruh bangunan bukan mandor pada September 2019 naik sebesar 0,1% dibandingkan Agustus, yaitu dari Rp89.063 bulan Agustus menjadi Rp89.072 per hari.

"Sedangkan untuk upah riilnya mengalami kenaikan sebesar 0,28%, atau naik sebesar Rp182, dari Rp64.190 di bulan Agustus menjadi Rp64.372 di bulan September," kata dia.

Sementara untuk upah buruh potong rambut pada bulan September 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,08%, yaitu dari Rp28.372 di bulan Agustus, menjadi Rp28.395 di bulan September. Sedangkan upah riil buruh potong rambut naik sebesar 0,35%, dari Rp20.449 di Agustus menjadi Rp20.521 pada September 2019.

BPS mencatat kenaikan upah juga terjadi untuk Pembantu Rumah Tangga (PRT) sebesar 0,40% dari Rp415.422 di bulan Agustus menjadi Rp417.084 di bulan September. Untuk upah riilnya meningkat sebesar 0,68% dari Rp299.403 menjadi Rp301.426.

BPS mengumumkan, sepanjang September 2019 atau month on month (MoM) terjadi deflasi sebesar 0,27% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,37.

Sponsored

Suhariyanto menyampaikan dari 82 kota IHK, 70 kota mengalami deflasi dan 12 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Sibolga (Sumatera Utara) sebesar 1,94% dengan IHK sebesar 144,61 dan terendah terjadi di Surabaya sebesar 0,02% dengan IHK sebesar 137,13.