sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Utang BUMN Waskita Karya tembus Rp103,71 triliun, bahaya?

Hingga semester I-2019, nominal utang PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) mencapai Rp103,71 triliun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 26 Sep 2019 20:29 WIB
Utang BUMN Waskita Karya tembus Rp103,71 triliun, bahaya?

Hingga semester I-2019, nominal utang PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) mencapai Rp103,71 triliun.

Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan mengklaim utang perseroan masih terbilang aman meski menembus angka Rp100 triliun. Alasannya, rasio pinjaman terhadap modal (gearing ratio) emiten berkode saham WSKT tersebut masih dalam kondisi wajar.

"Sampai semester I-2019, kami memiliki utang Rp103,71 triliun, dengan gearing ratio 2,68 kali," kata Haris, di Jakarta, Kamis (26/9).

Lembaga pemeringkat internasional Moody's Investor Service baru-baru ini mengeluarkan laporan jika semua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Asia Pasifik, kecuali China, memiliki risiko utang yang mengkhawatirkan. 

Salah satu perusahaan pelat merah yang masuk ke dalam kategori tersebut adalah BUMN Karya milik Indonesia, PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Haris menjelaskan, gearing ratio tersebut masih berada di bawah ambang batas sebesar 3 kali. Haris mengatakan, dirinya tak memahami kekhawatiran dari analis dan rating agency yang mengatakan kondisi tersebut berbahaya bagi perseroan.

"Kalau ingin berkembang, harus berani berutang untuk menaikkan pendapatan," ujar Haris.

Menurut Haris, lini bisnis utama Waskita di konstruksi jalan tol selama ini dibiayai dengan skema 30% ekuitas dan 70% pinjaman. Selain itu, lanjut Haris, analis tak memahami apabila Waskita banyak mengerjakan proyek berskema turnkey yang akan dibayar ketika pengerjaan proyek selesai.

Sponsored

Dia merinci, ada beberapa proyek turnkey yang pengerjaannya selesai tahun ini seperti proyek tol layang Jakarta-Cikampek sebesar Rp4,5 triliun, proyek Jalan Tol Trans Sumatera senilai Rp13 triliun, proyek tol Kunciran senilai Rp1,4 triliun.

Selain itu, ada pula sisa piutang yang belum terbayar sejak tahun lalu dari proyek tol Semarang-Batang senilai Rp2,2 triliun, dan dana talangan tanah pembangunan tol senilai Rp3,4 triliun. Dengan demikian, Waskita akan mendapatkan pembayaran proyek turnkey sebesar Rp24,5 triliun akhir tahun ini. 

"Turnkey paling besar di proyek Tol Trans Sumatera, Rp13 triliun. Rencananya, pembayaran turnkey sebesar 70%-80% akan digunakan untuk menurunkan utang perusahaan," tutur Haris.  

Gearing ratio dari Waskita, kata Haris, akan turun hingga 2,3 kali dengan adanya pembayaran-pembayaran proyek tersebut. Hingga saat ini, perseroan telah menerima pembayaran sebesar Rp13,1 triliun dari proyek trunkey, seperti proyek LRT Palembang Sumatera Selatan sebesar Rp2,3 triliun pada awal September 2019.

Dalam laporan keuangan WSKT pada paruh pertama tahun ini, total liabilitas mencapai Rp103,7 triliun. Jumlah tersebut naik 8,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp95,5 triliun.

Akan tetapi, liabilitas jangka pendek WSKT mencapai Rp56,61 triliun. Bahkan, khusus utang bank jangka pendek dari pihak berelasi Rp18,9 triliun dan pihak ketiga Rp15,4 triliun.