sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Utang luar negeri Indonesia Rp5.499 triliun di November 2019

Utang luar negeri November 2019 tumbuh 8,3% dibandingkan November 2018.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Rabu, 15 Jan 2020 16:16 WIB
Utang luar negeri Indonesia Rp5.499 triliun di November 2019
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 271339
Dirawat 61628
Meninggal 10308
Sembuh 199403

Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada November 2019 mencapai US$401,4 miliar atau setara dengan Rp5.499 triliun (kurs Rp13.700 per dolar AS).

Jumlah utang tersebut tumbuh 8,3% dibandingkan November 2018. Angka itu turun ketimbang pertumbuhan Oktober 2019 yang tumbuh hingga 12%.

Berdasarkan data statistik Bank Indonesia, utang luar negeri tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral yang mencapai US$201,4 miliar dan utang swasta US$200,1 miliar.

Adapun utang pemerintah tercatat tumbuh 10,1% dibandingkan periode November 2018 yang menjadi US$198,6 miliar. Posisi utang tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan utang pada Oktober 2019 yang sebesar 13,6%.

"Posisi utang luar negeri pemerintah lebih rendah dari bulan sebelumnya karena pelunasan pinjaman bilateral dan multilateral yang jatuh tempo pada periode laporan," tulis bank sentral, di Jakarta, Rabu (15/1).

Menurut Bank Indonesia, pengelolaan utang luar negeri pemerintah masih diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif, seperti sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, konstruksi, jasa pendidikan, administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, serta jasa keuangan dan asuransi.

Sementara itu, utang luar negeri swasta tercatat tumbuh 6,9% dibandingkan November 2018. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 10,7%.

"Perkembangan tersebut antara lain dipengaruhi oleh cukup tingginya pelunasan surat berharga domestik yang jatuh tempo, meskipun pada periode yang sama terdapat penerbitan surat utang perusahaan bukan lembaga keuangan dan penarikan pinjaman oleh perbankan," tulis Bank Indonesia.

Sponsored

Secara sektoral, utang luar negeri swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara, sektor industri pengolahan, serta sektor pertambangan dan penggalian. Pangsa utang luar negeri di keempat sektor tersebut terhadap total utang luar negeri swasta mencapai 76,9%.

Bank Indonesia memastikan struktur utang luar negeri tetap sehat. Kondisi ini tercermin dari rasio utang terhadap produk domestik bruto pada November 2019 yang mencapai 35,9% atau membaik ketimbang bulan sebelumnya.

"Di samping itu, struktur utang luar negeri Indonesia tetap didominasi oleh utang berjangka panjang dengan pangsa 88,5% dari total utang luar negeri," kata Bank Indonesia.
 

Berita Lainnya
×
img