sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Utang luar negeri RI naik lagi 10,2% tembus Rp5.607 triliun

Utang luar negeri (ULN) Indonesia naik 10,2% (year on year/yoy) menjadi US$395,6 miliar pada kuartal III-2019 setara Rp5.607 triliun.

Sukirno
Sukirno Jumat, 15 Nov 2019 21:18 WIB
Utang luar negeri RI naik lagi 10,2% tembus Rp5.607 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Utang luar negeri (ULN) Indonesia naik 10,2% (year-on-year/yoy) menjadi US$395,6 miliar pada kuartal III-2019 setara Rp5.607 triliun dengan asumsi kurs Rp14.174 per dolar AS.

Menurut Statistik Utang Luar Negeri yang diumumkan Bank Indonesia, Jumat (15/11) di Jakarta, ULN sebanyak US$395,6 miliar itu terdiri atas utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$197,1 miliar dan utang swasta US$198,5 miliar.

"ULN Indonesia tersebut tumbuh 10,2% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang dipengaruhi oleh meningkatnya pertumbuhan ULN pemerintah di tengah perlambatan ULN swasta," sebut BI.

Kenaikan utang pemerintah melalui berbagai instrumen itu sejalan dengan kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi di dalam negeri.

Sepanjang kuartal III-2019, investor nonresiden membukukan pembelian neto surat berharga negara (SBN) domestik yang cukup besar, sehingga mendorong kenaikan utang pemerintah.

Total porsi utang pemerintah ini mencapai US$194,4 miliar miliar atau meningkat 10,3% secara tahunan (yoy).

Perkembangan ini, sebut Bank Sentral, mencerminkan kepercayaan investor yang tinggi terhadap prospek perekonomian nasional, di tengah ketidakpastian global, termasuk imbal hasil investasi aset keuangan domestik yang menarik.

Sementara, utang swasta menunjukkan perlambatan dibandingkan kuartal II-2019. Utang swasta pada kuartal III-2019 naik 10,4% (yoy) atau lebih rendah ketimbang kuartal II-2019 yaitu 11,3% (yoy).

Sponsored

Utang swasta melambat karena penurunan ULN bank. Utang swasta memang didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara, sektor industri pengolahan, serta tambang dan penggalian. Adapun, pangsa pasar utang swasta mencapai 75,4%.

BI meyakini struktur utang Indonesia tetap sehat dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

"Kondisi tersebut tercermin, antara lain dari rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 36,3%," sebut BI.

Selain itu, utang Indonesia masih didominasi oleh utang-utang jangka panjang dengan pangsa 88,1% dari total ULN. (Ant)

Berita Lainnya