sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Utang Telkom naik 20,8% akibat pajak

Meningkatnya utang pajak Telkom disebabkan oleh utang pajak Pph pasal 29.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 06 Agst 2019 16:05 WIB
Utang Telkom naik 20,8% akibat pajak

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) memberikan penjelasan perihal utang perusahaan yang meningkat 20,8% menjadi Rp18,4 triliun pada paruh pertama tahun 2019 ini. 

VP Investor Relations TLKM Andi Setiawan dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) merinci utang tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang.

Liabilitas jangka pendek Telkom meningkat Rp6,326 triliun atau sebesar 13,7% dengan kontributor kenaikan terbesar berasal dari utang pajak yang meningkat sebesar Rp3,6 triliun atau 305,7%, dari Rp1,18 triliun pada 31 Desember 2018 menjadi Rp4,78 triliun pada 30 Juni 2019.

"Meningkatnya utang pajak ini disebabkan oleh utang pajak Pph pasal 29 sebesar Rp788 miliar dan Pph pasal 26 sebesar Rp1,012 miliar dari dividen yang belum dibayar," kata Andi, Senin (5/8).

Selain itu, Telkom juga memiliki pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun naik Rp1,074 triliun atau 17,1% menjadi Rp7,3 triliun pada semester I-2019 year to date (ytd) dari Rp6,2 triliun. Pinjaman tersebut meningkat disebabkan oleh meningkatnya bagian utang bank yang jatuh tempo dalam satu tahun.

Kemudian, liabilitas jangka panjang perseroan juga meningkat Rp12,135 triliun atau sebesar 28,5% menjadi Rp54,767 triliun per 30 Juni 2019 dari Rp42,632 triliun ytd.

Peningkatan utang jangka panjang tersebut disumbang terbesar oleh utang bank yang meningkat sebesar Rp10,768 triliun atau 57,4%, menjadi Rp29,5 triliun per 30 Juni 2019 dari Rp18,7 triliun ytd. TLKM menyebut utang bank jangka panjang tersebut digunakan untuk keperluan modal kerja. Selain itu, pinjaman lainnya juga meningkat sebesar Rp1,589 triliun atau 81,5%.

Untuk diketahui, emiten yang bergerak di sektor telekomunikasi ini mengantongi pendapatan sebesar Rp69,345 triliun pada semester I-2019, atau naik 7,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp64,368 triliun. 

Sponsored

Pendapatan paruh pertama 2019 tersebut disumbang terbesar dari sektor pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika sebesar Rp44,229 triliun. 

Pendapatan internet dan data seluler menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp26,8 triliun atau naik 33,11% dari Rp20,19 triliun yoy. Sementara itu, pendapatan short messaging service (sms) menurun 31,5% dari Rp4,8 triliun per Juni 2018, menjadi Rp3,7 triliun semester I tahun ini. 

Sementara utang perseroan pada 31 Desember 2018 sebesar Rp88,8 triliun naik menjadi Rp107,3 triliun per 30 Juni tahun ini.