sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wamen beberkan IPO Mitratel dan PGE, kapan?

IPO perusahaan BUMN diyakini dapat mendorong kegairahan dan meningkatkan kapitalisasi pasar saham BUMN.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 15 Jul 2021 15:52 WIB
Wamen beberkan IPO Mitratel dan PGE, kapan?

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Mansury menegaskan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dua anak usaha BUMN tetap akan dilakukan pada tahun ini.

Dia menuturkan, dua anak usaha yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut adalah PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang merupakan anak usaha PT Pertamina Persero, serta PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk.(TLKM).

"Di 2021, kami berencana mencatatkan dua anak usaha BUMN, yaitu holding Geothermal dan Mitratel yang masing-masing bergerak di bidang energi baru terbarukan serta di bidang telekomunikasi," katanya dalam webinar, Kamis (15/7).

Dia yakin, pencatatan dua anak usaha BUMN ini di BEI dapat semakin mendorong kegairahan dan meningkatkan kapitalisasi pasar saham BUMN di pasar modal dalam negeri.

"Kami berharap pencatatan anak usaha BUMN tahun ini dan juga di tahun mendatang akan semakin mendorong kegairahan di pasar modal Indonesia dan pasar modal syariah secara umum," ujarnya.

Dia menjelaskan, saat ini perkembangan pasar saham BUMN tercatat cukup baik di mana terdapat 34 BUMN yang telah melantai di bursa saham dalam negeri dan tercatat sebagai penggerak yang cukup dominan di BEI. 

"Saham-saham BUMN yang tercatat di BEI merupakan penggerak yang cukup dominan di pasar saham Indonesia dan juga merupakan saham yang sangat likuid yang tercatat di pasar modal," ucapnya. 

Adapun, nilai kapitalisasi pasar dari 34 saham BUMN yang tercatat di pasar modal dalam negeri tersebut per 16 April 2021 mencapai Rp1.733 triliun atau 24% dari nilai kapitalisasi pasar secara keseluruhan.

Sponsored

Nilai kapitalisasi di tahun ini pun meningkat dibandingkan sepanjang 2020 yang sebesar Rp1.702 triliun.

Nilai transaksi saham BUMN harian pada 2020 tercatat sebesar Rp3,4 triliun atau sebesar 37% dari transaksi harian di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Secara frekuensi, juga tercatat sebesar 197.000 transaksi atau 29% dari total IHSG.

Peningkatan kapitalisasi pasar BUMN ini pun, sambungnya, turut didorong oleh kapitalisasi pasar saham anak usaha bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara) syariah, yang telah bergabung menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

Diketahui, nilai kapitalisasi pasar BSI ini mencapai Rp97 triliun, dan menduduki peringkat 13 di antara keseluruhan emiten yang tercatat di BEI. "Hal ini menunjukkan antusias masyarakat untuk memiliki investasi di bidang usaha syariah cukup tinggi," tuturnya.

Berita Lainnya