logo alinea.id logo alinea.id

Ibu kota pindah ke Kalimantan, Waskita Beton bangun pabrik di Penajam

PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) akan membangun pabrik (plant) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. senilai Rp500 miliar.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 20 Agst 2019 13:42 WIB
Ibu kota pindah ke Kalimantan, Waskita Beton bangun pabrik di Penajam

PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) akan membangun pabrik (plant) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Plant ini disiapkan sejalan dengan rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan.

Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana mengatakan plant ini dibangun dengan tujuan untuk menyerap potensi pasar ke depan di wilayah tengah dan timur Indonesia, hingga pasar regional di Asia Tenggara. 

"Plant Penajam memiliki kapasitas produksi sebesar 250.000 ton/tahun. Plant ini memproduksi produk precast berupa Box Girder, PCT Girder, Square Pile, dan CCSP," kata Jarot dari keterangan tertulis yang diterima Alinea.id, Selasa (20/8). 

Jarot melanjutkan, dengan fasilitas penunjang yang sudah ada berupa area produksi, area workshop dan area pengolah limbah, WSBP berencana untuk melakukan ekspansi dengan memiliki dermaga sendiri.

Dermaga ini nantinya bisa mempermudah akses pengiriman produk-produk precast langsung dari plant tersebut ke pulau-pulau lainnya karena memiliki lokasi yang strategis dengan Teluk Balikpapan.

Sementara itu, Corporate Secretary WSBP Fathia Syafurah mengatakan nilai investasi dari plant di Penajam adalah sebesar Rp500 miliar.

"Sumber dana nanti akan berasal dari obligasi dan kami juga ada sellback sekitar Rp700 miliar. Jadi ada beberapa sumber pendanaan untuk capital expenditure ke depan," kata Fathia di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (20/8).

Fathia melanjutkan, pada kuartal IV-2019, WSBP siap menerbitkan obligasi sebagai bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I tahap II senilai Rp1,5 triliun. 

Sponsored

Selain obligasi, Fathia pun tak menutup kemungkinan untuk mendapatkan pendanaan dari perbankan. 

"Enggak ada bank yang spesifik sih. Tapi gearing kita kan masih rendah, masih nol koma, di bawah satu kali. Jadi kita masih bisa banyak ruang untuk meningkatkan pendanaan perbankan," ujar Fathia. 

Pasar eksternal

Untuk diketahui, sampai semester I-2019 WSBP mendapatkan kontrak baru yang berasal dari pasar eksternal dengan porsi yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. 

Porsi perolehan nilai kontrak baru dari pasar eksternal tersebut tercatat sebesar 48,19%, lebih tinggi dari porsi perolehan sepanjang tahun 2018 yang sebesar 36,41%.

Jarot mengatakan perolehan ini telah melampaui target dari strategi yang dilaksanakan WSBP tahun ini. Sebelumnya, perseroan menargetkan memperluas pasar eksternal sebesar minimal 40%. 

“Perusahaan masih memiliki potensi yang besar untuk bertumbuh di Indonesia dan peluang pasar di Indonesia masih besar, maka kami fokus untuk menangkap peluang tersebut,” ujar Jarot.

Selain itu, lanjut Jarot, perusahaan juga tetap menjaga sinergi dengan Grup Waskita untuk proyek-proyek yang bersifat pengembangan bisnis dan inovasi pengembangan produk baru. 

Proyek-proyek itu seperti tiang listrik beton, bantalan rel kereta api tipe 1067, precast gedung, dan façade, serta menginisiasi kerjasama dengan perusahaan global yang tengah beroperasi di Indonesia. 

Sebagai tambahan, perolehan nilai kontrak baru di Juli 2019 adalah sebesar Rp3,29 triliun atau sekitar 31,7% dari target nilai kontrak baru 2019.

Perolehan nilai kontrak baru ini berasal dari beberapa proyek besar, antara lain Addendum Proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) Seksi 2 dan 3, Proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Ramp on & off, dan Proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi 2A.

Selanjutnya, Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, Apartemen Tokyo-Agung Sedayu Grup, Bendungan Luwikeris, PLTGU Tambak Lorok, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Bandara Sultan Hasanuddin,  dan proyek lainnya.