logo alinea.id logo alinea.id

Waskita Karya siapkan capex Rp25 triliun tahun ini

Capex tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan proyek yang sedang berjalan serta rencana proyek baru.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 09 Mei 2019 15:29 WIB
Waskita Karya siapkan capex Rp25 triliun tahun ini

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp25 triliun tahun ini. Capex tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan proyek yang sedang berjalan serta rencana proyek baru.

“Proyek yang baru itu ada beberapa lah. Yang jelas proyek baru itu masih di tol, properti, dan infrastruktur,” kata Presiden Direktur Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra, Kamis (9/5).

Sementara itu, Direktur Operasi II Waskita Karya Bambang Rianto mengatakan 79% dari capex tersebut nantinya akan digunakan untuk berinvestasi di jalan tol lagi.

Waskita Karya berencana merampungkan beberapa ruas tol tahun ini, seperti Cibitung-Cilincing, Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Pasuruan-Probolinggo, dan seksi 1A Bekasi-Cawang-Kampung Melayu.

"Kemudian untuk konstruksi sekitar 9% dan anak perusahaan lain total 12%. Itu rencana penggunaan capex kami di 2019," kata Bambang.

Bambang juga menyebut perolehan nilai kontrak baru Waskita Karya sampai kuartal I-2019 sebesar Rp4,2 triliun.

Bambang mengatakan pihaknya menargetkan perolehan nilai kontrak sejumlah Rp56 triliun sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2019. Dengan demikian, raihan di kuartal I ini masih 7,55% dari target.

"Dari target perolehan nilai kontrak baru tahun ini, yang generate dari pengembangan bisnis 22%, sisanya dari pasar reguler dan non pengembangan bisnis," ujar Bambang.

Sponsored

Divestasi tol

Di sisi lain, Putra mengatakan beberapa investor dari dalam dan luar negeri sudah melirik ruas-ruas tol yang akan dijual Waskita Karya. Menurut dia, proses divestasi ruas tol ini masih berjalan dan membutuhkan proses yang cukup panjang. 

"Tol-tol ini investasinya luar biasa besar, sehingga investornya butuh waktu untuk melakukan due diligence atas tol-tol yang kita punya,” kata dia.

Putra melanjutkan, emiten berkode saham WSKT tersebut akan menjual putus kepemilikan di sejumlah ruas tol. Dengan cara itu, Waskita Karya bisa melanjutkan investasi-investasi baru di bidang infrastruktur lainnya.

"Karena strategi Waskita Karya di bidang tol itu adalah sebagai developer, bukan sebagai operator," tutur Putra.

Putra mengatakan, sebagai developer, Waskita karya mencari value dari hasil investasi. Sehingga, jika perusahaan tidak melakukan divestasi, mereka tak bisa menjaga pertumbuhan ke depan.

Saat ini, Waskita Karya memiliki 18 ruas tol. Proses divestasi hanya akan dilakukan untuk tol yang telah menyelesaikan 100% proses konstruksi seperti tiga seksi di Pasuruan-Probolinggo.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Strategi Waskita Karya Haris Gunawan menjelaskan, nantinya tiga ruas tol mayoritas milik Waskita yang saat ini dalam reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) akan dibeli oleh investor. Pihaknya juga menawarkan sisa kepemilikan WSKT di ruas-ruas tol tersebut.

“Sudah dalam proses, kami tawarkan ke investor campuran (dalam dan luar negeri),” katanya.