logo alinea.id logo alinea.id

WIKA lepas enam anak usaha IPO demi genjot ekuitas

PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) menargetkan pertumbuhan ekuitas pada 2023 mencapai Rp62,7 triliun.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 14 Mar 2019 11:11 WIB
WIKA lepas enam anak usaha IPO demi genjot ekuitas

PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) menargetkan pertumbuhan ekuitas pada 2023 mencapai Rp62,7 triliun atau meningkat 266,7% dari ekuitas 2018 (unaudited) senilai Rp17,1 triliun.

General Manager System Development WIKA Novias Nurendra mengatakan, ada beberapa strategi dalam mencapai target ekuitas tersebut. Salah satunya mengantarkan enam anak usahanya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia hingga 2023. 

"Di roadmap kami memang ada beberapa anak usaha kami yang direncanakan melakukan penawaran saham perdana (IPO)," ujar Novias di seminar nasional Prospek BUMN di Tahun Politik, Jakarta, Rabu (13/3).

Rencananya, tahun ini dua anak perusahaan akan melantai di bursa (IPO) yakni PT Wika Realty dengan target perolehan dana senilai Rp2,5 triliun, dan PT Wijaya Karya Industri Konstruksi dengan perolehan Rp1,6 triliun. 

Selain itu, tahun ini perseroan juga berencana menerbitkan obligasi pra-bayar (issuing prepetual bond) senilai Rp17,1 triliun. Namun Novias tidak merinci lebih lanjut terkait penerbitan surat utang tersebut.

Selanjutnya pada 2020, WIKA menargetkan dapat mengantarkan PT Wika Bitumen untuk listing di pasar modal dengan target raupan dana Rp1,5 triliun. Mengutip data WIKA, pihaknya juga akan issuing prepetual bond senilai Rp2 triliun serta right issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) Rp1,5 triliun di tahun tersebut.

Kemudian, pada 2021 PT WIKA Rekayasa Konstruksi dijadwalkan akan IPO dengan target raupan dana Rp1 triliun. Pada 2021 ini, WIKA juga akan menerbitkan obligasi prabayar senilai Rp2 triliun.

Pada 2022, WIKA ingin anak usaha yang bergerak di bidang infrastruktur (Wijaya Karya Infra) untuk melantai di bursa. Target raupan dananya sebesar Rp2 triliun. Adapun pihaknya juga akan melakukan right issue PT Wijaya Karya Industri Konstruksi senilai Rp1,4 triliun.

Sponsored

Terakhir, pada 2023, perusahaan ingin menawarkan saham perdana untuk anak usahanya yang bergerak di sektor pembangkit listrik untuk mendapatkan modal sebesar Rp1,5 triliun. "Skema pendanaan kami atur sehingga masing-masing anak usaha kami IPO-kan," ujarnya.

Berdasarkan paparan Novias, pada 2018 perseroan telah mencetak laba (unaudited) Rp2,03 triliun atau tumbuh sekitar 49,26% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,36 triliun. Kenaikan laba tersebut terjadi seiring pertumbuhan pendapatan sebesar 50,8% menjadi Rp39,48 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp26,18 triliun.

Tahun ini, perusahaan menargetkan bisa meraup laba Rp3,01 triliun atau tumbuh 48,27% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2019 ini perseroan juga menragetkan pertumbuhan pendapatan  6,7% menjadi Rp42,13 triliun.

Terpisah, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan, sampai akhir tahun ini kinerja WIKA masih bisa bertumbuh. Hal tersebut disokong oleh proyek yang berlangsung serta gejolak pasar.

"Pada 2019 bisa tumbuh meski terbatas. Mungkin pertumbuhan kontrak baru dan pendapatan akan lebih lambat daripada tahun sebelumnya," kata Dennies saat dihubungi Alinea.id.

Bahkan, Dennies menegaskan bahwa perusaham BUMN di bidang konstruksi ini memiliki kinerja dan laporan keuangan yang paling sehat.

"Apalagi kalau anak usahanya juga memiliki kinerja yang bagus, otomatis induknya (WIKA) bisa terangkat juga. Begitupun sebaliknya, kalau WIKA dapat lebih banyak proyek, anak usaha pasti terangkat juga," ujarnya.

Meski begitu, Dennies menilai tantangan WIKA pada tahun ini yaitu ketidakpastian menjelang pemilu. Karena banyak pelaku pasar yang cukup khawatir dan lebih menahan atu wait and see.

"Tetapi harusnya bisa terjaga. Apalagi dengan adanya pembentukan holding BUMN, bisa menopang kinerja positif perusahaan konstruksi ini," kata dia.

Adapun Dennies merekomendasikan beli saham WIKA dengan target price (TP) Rp 2.200 per saham sampai dengan akhir tahun. Mengutip RTI, pada hari ini (14/3) pukul 10.15 WIB saham WIKA diperdagangkan dengan harga Rp1.905 per saham.

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Repost @wikabeton : "Harga Saham WIKA Beton Melambung Sahabat Beton, BetMin mau sharing info lagi nih – apalagi buat kalian pemerhati saham. Hari ini, BetMin dapat kabar kalau harga saham PT Wijaya Karya Beton Tbk naik. Kenaikan ini mencapai 15,88% dengan harga Rp 560/saham, didukung volume perdagangan saham mencapai 369 juta saham senilai Rp 195 miliar. Kenaikan harga saham WIKA Beton terjadi melampaui ekspektasi pasar, dan secara volume menjadi yang tertinggi ke-6 untuk sesi perdagangan hari ini. Secara persentase, kenaikan harga hari ini masuk 5 besar, menjadi yang tertinggi untuk kategori perusahaan sektor konstruksi. Kalau diintip kembali laporan keuangan tahun 2018 lalu, memang WIKA Beton mengalami kenaikan, baik di pendapatan maupun laba bersihnya. Semoga kita akan terus menyaksikan perkembangan positif sampai akhir tahun 2019, ya Sahabat Beton!” #WIKA #WIKABeton #WePowerTheNation

A post shared by PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. (@ptwijayakarya) on

 

Intimidasi terhadap PPP dalam Pemilu 1977

Intimidasi terhadap PPP dalam Pemilu 1977

Senin, 25 Mar 2019 21:10 WIB
Kabar hoax yang meresahkan jelang Pemilu 1955

Kabar hoax yang meresahkan jelang Pemilu 1955

Senin, 25 Mar 2019 14:26 WIB
Friend Zone: Humor dan cinta sepasang sahabat

Friend Zone: Humor dan cinta sepasang sahabat

Sabtu, 23 Mar 2019 12:00 WIB