sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

DKPP Klaten pastikan ternak mati di Lereng Merapi bukan PMK

Pihak DKPP Klaten juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan sosialisasi terkait PMK kepada peternak di Kabupaten Klaten.

Dessy Nuraulia Budiyanto
Dessy Nuraulia Budiyanto Kamis, 12 Mei 2022 13:18 WIB
DKPP Klaten pastikan ternak mati di Lereng Merapi bukan PMK

Para peternak sapi dan kambing di sejumlah desa di Kecamatan Kemalang, Klaten, resah pasalnya beberapa pekan terakhir marak ternak mati dan sakit-sakitan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten memastikan kejadian tersebut bukan penularan Penyakit Mulut dan Kuku ternak (PMK)

“Kejadian di Kemalang sudah ditangani oleh petugas kesehatan hewan kecamatan dan dokter hewan puskeswan Kecamatan Karangnongko. Dan setelah diperiksa tidak menujukkan gejala penyakit mulut dan kuku,” jelas Kasie Kesehatan Hewan Bidang Peternakan dan Keswan DKPP Klaten, Awik Purwanti kepada tim Alinea.id, Kamis (12/5).

Awik menjelaskan bahwa gejala PMK yang dialami ternak biasanya demam tinggi sekitar 39-41 derajat celcius, air liur berlebihan dan berbusa, dan beberapa gejala lainnya. Namun, ternak di sejumlah desa di lereng Gunung Merapi tidak menunjukan gejala tersebut.

“Biasanya demam tinggi sekitar 39-41 derajat celcius, air liur berlebihan dan berbusa ada luka lepuh di lidah dan mukosa rongga mulut, tidak nafsu makan, sulit berdiri, nafas cepat,” papar Awik.

Terkait penanganan ternak yang terpapar PMK, Awik menjelaskan bahwa hewan yang sakit nantinya wajib dilakukan karantina atau dipisahkan dengan hewan yang sehat.

“Hewan sakit dikarantina atau isolasi. Hewan ternak yang sakit akan dipisahkan dari yang sehat.  Kemudian (hewan ternak) yang sakit diberi pengobatan sesuai SOP dan desinfeksi kandang. Ternak sakit tidak diperbolehkan keluar kandang ga boleh keluar atau pindah dari kandang yg sdh tercemar virus tersebut krn bs membawa virus ke tempat lain,” tuturnya.

Pihak DKPP Klaten juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan sosialisasi terkait PMK kepada peternak di Kabupaten Klaten. Hal tersebut untuk mengantisipasi penyebaran PMK karena memiliki tingkat penularan 90%.

“Sudah mulai hari senin yang lalu (re: sosialisasi). Kami DKPP sudah gerak cepat, sosialisasi kewaspadaan kepada peternak atau kelompok-kelompok ternak, pasar hewan, pelaku usaha, dll. Kami juga melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan di pasar2 hewan,” terang Awik.

Sponsored

Guna mengantisipasi penularan PMK lebih lanjut, pihak DKPP mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor kepada puskeswan terdekat atau petugas DKPP jika menjumpai ternak dengan gejala mengarah PMK, sementara waktu jangan membeli atau memasukan ternak baru.

“Para peternak diimbau untuk tidak tergiur membeli sapi dengan harga murah, meningkatkan kesehatan ternak, menjaga kebersihan peternak, kandang & ternaknya dan jangan bepergian ke lokasi yang dinyatakan positif PMK,” papar Awik.

Berita Lainnya