logo alinea.id logo alinea.id

Dugaan penyebab tingginya perceraian di Jawa

Angka perceraian di Pulau Jawa cukup tinggi dibandingkan daerah lain.

Alika Naila Putri
Alika Naila Putri Kamis, 19 Sep 2019 15:32 WIB
Dugaan penyebab tingginya perceraian di Jawa

Angka perceraian di Pulau Jawa cukup tinggi dibandingkan daerah lain. Penyebabnya diduga tiga hal, yakni wanita idaman lain, rendahnya tanggung jawab suami, dan ekonomi.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang sebelumnya menjabat Menteri Sosial. Khofifah mengatakan, angka perceraian di Jawa Timur yang tertinggi.

"Penyebab perceraian di Jawa Timur karena tidak harmonis. Bukan karena faktor ekonomi tapi ada wanita idaman lain," kata Khofifah di Surabaya, Senin (16/9) malam dilansir Antara.

Khofifah harus menandatangani surat perceraian yang menumpuk. Dia mengungkapkan perceraian paling tinggi terjadi pada profesi guru.

Sedangkan penyebab mayoritas perceraian di Jawa Tengah adalah tidak adanya tanggung jawab suami terhadap istri. Berbeda dengan penyebab perceraian di Jawa Barat, yakni faktor ekonomi.

Perceraian menjadi masalah serius karena dampaknya terhadap pertumbuhan anak.

Gordon Berlin, Executive Vice President MDRC, sebuah organisasi riset kebijakan sosial dan pendidikan, menulis di situs MDRC anak-anak yang tumbuh dalam keluarga dua orang tua yang utuh akan berkembang lebih baik daripada anak yang tumbuh dalam keluarga orang tua tunggal.

Orang tua tunggal memang bukan faktor utama penyebab anak berperilaku negatif, tapi hal itu cukup berkontribusi. Tidak ada juga jaminan bahwa anak dengan orang tua tunggal tidak akan berhasil.

Sponsored

Untuk mengurangi potensi perceraian, menurut Gordon Berlin, perlu ada pendidikan tentang perkawinan. Komunikasi yang baik antar pasangan dan kemampuan memecahkan masalah juga bisa mengurangi risiko pasangan berpisah di tengah jalan.

Perceraian Perceraian
Julius Abner Azel
Julius Abner Azel