sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemkab Gowa maksimalkan identifikasi risiko atasi stunting

Kamsina menjelaskan, kondisi stunting bukan hanya disebabkan oleh masalah kesehatan semata.

Kartiko Bramantyo Dwi Putro
Kartiko Bramantyo Dwi Putro Jumat, 02 Sep 2022 10:03 WIB
Pemkab Gowa maksimalkan identifikasi risiko atasi stunting

Pemerintah Kabupaten Gowa berkomitmen mengatasi stunting dengan memaksimalkan identifikasi risiko dan penyebab risiko dalam kelompok sasaran yakni calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca salin, baduta, serta balita. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Kamsina mengatakan, stunting kini menjadi isu prioritas nasional dengan target penurunan angka 14% pada tahun 2024.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui penyebab, faktor-faktor risiko dan upaya pencegahannya serta upaya perbaikan tata laksana kasus stunting di lapangan,” kata Kamsina saat membuka membuka Pertemuan Audit Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Gowa Tahun 2022 di Mahoni Room Royal Bay Hotel Makassar, Kamis (1/9).

Kamsina menjelaskan, kondisi stunting bukan hanya disebabkan oleh masalah kesehatan semata. Menurutnya, stunting disebabkan dari berbagai faktor seperti faktor ekonomi, faktor pengetahuan,  ketersediaan bahan pangan, dan faktor lainnya.

“Sangat perlu dilakukan upaya percepatan pencegahan kasus stunting dimulai dengan kesiapan dari calon pengantin, kesehatan ibu hamil, ibu pasca salin dan tumbuh kembang anak balita dengan memperhatikan sasaran yang tepat sehingga tidak ada lagi penambahan kasus stunting baru dan target nasional mampu kita capai pada 2024 nanti,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DPPKB) Kabupaten Gowa, Sofyan Daud menyampaikan, terbitnya Perpres RI No.72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting sebagai dasar hukum dalam melakukan berbagai upaya bersama lintas sektor terkait koordinasi, sinergi dan sinkronisiasi dalam hal penurunan stunting di Indonesia.

Sofyan menjelaskan, melalui Perpres tersebut, Kabupaten Gowa telah memiliki tim percepatan penurunan stunting.

“Strategi penurunan stunting dilakukan melalui pelaksanaan Audit Kasus stunting yang merupakan salah satu kegiatan prioritas pada rencana aksi nasional dalam percepatan penurunan stunting yang dilakukan secara berkesinambungan, sehingga pencegahan bisa segera dilaksanakan agar kasus tidak semakin memburuk dan kasus tidak berulang di wilayah yang sama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sofyan menambahkan, pertemuan yang dilakukan saat ini bersama stakeholder yang terlibat untuk menyampaikan hasil kajian dan rencana tindaklanjut yang telah direkomendasikan oleh tim ahli sebagai hasil audit kasus stunting.

Sponsored

“Hasil ini akan ditindaklanjuti oleh lintas sektor terkait dalam hal perbaikan penanganan dan pencegahan stunting sehingga sinergitas setiap kegiatan, tata laksana dan target prevalensi stunting 14% di tahun 2024 bisa tercapai,” pungkasnya.

Berita Lainnya
×
tekid