sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tokoh Maluku ini sebut Wiranto tak paham konstitusi

“Pernyataan Wiranto itu isyarat bahwa pemerintah gagal memahami konstitusi. Kalau sudah seperti ini apalagi yang diharapkan?"

Adrian Alexander
Adrian Alexander Selasa, 08 Okt 2019 13:51 WIB
Tokoh Maluku ini sebut Wiranto tak paham konstitusi

Praktisi hukum yang juga tokoh Maluku, Ismail Ramadan menilai, pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, yang merupakan representasi pemeritah tak memahami konstitusi negara Republik Indonesia. Dia mengatakan, sebagai pejabat pemerintah, seharusnya ia mengeluarkan pernyataan yang bisa menenangkan korban bencana gempa di Maluku.

“Pernyataan Wiranto itu isyarat bahwa pemerintah gagal memahami konstitusi. Kalau sudah seperti ini apalagi yang diharapkan?,” kata dia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, Undang-undang Dasar 1945 (UUD 45) tegas menyatakan bahwa negara berkewajiban melindungi dan menjamin setiap individu warga negara. Ketika masyarakat mengalami kesulitan maka negara harus hadir memberikan kesejukan dan membantu untuk bangkit.”Ini bencana, kenapa tiba tiba pernyataan seperti. Itu bukan wiranto secara individu, tapi representasi pemerintah,” ucapnya.

Menurut dia, dalam dunia hukum, pernyataan pejabat negara apalagi seorang menteri maka bisa diartikan sebagai hukum. Maka itu, dia meminta agar pemerintah berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan.

Dia lalu menceritakan salah satu efek besar akibat pernyataan itu adalah sebagaian masyarakat Maluku meminta agar dikeluarkan dari peta pemerintah. Itu adalah bentuk emosional atas pernyataan Wiranto.

“Bagaimana kalau kita urus diri sendiri saja. Hapus saja Maluku dari Indonesia, biar anak Maluku urus diri sendiri saja,” ucapnya.

Beberapa hari yang lalu, Wiranto berharap korban yang mengungsi akibat gempa di Maluku tidak terpengaruh oleh berita bohong terkait adanya gempa susulan bahkan tsunami. Ketakutan itu membuat masyarakat enggan kembali ke rumah masing-masing.

Jika masyarakat enggan, maka jumlah pengungsi semakin besar dan membebani pemerintah. Pernyataan itu mendapat kecaman dari masyarakat Maluku.

Sponsored

Meski pada Jumat (3/10), Wiranto sudah minta maaf, tapi masyarakat masih merasa risih dengan pernyataan tersebut. “Dari laporan yang saya terima masih ada saudara yang tinggal di gunung. Karena takut tsunami atau gempa susulan dahsyat,” kata Wiranto. 

Gempa Ambon Gempa Ambon
Gempa Gempa
Wiranto Wiranto
Ismail Rumadan Ismail Rumadan
Pemerintah Pemerintah
Alika Naila Putri
Alika Naila Putri