sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Upaya Pemprov DKI percepat penangan Covid-19

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 02 Sep 2021 16:28 WIB
Upaya Pemprov DKI percepat penangan Covid-19

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19. Salah satu upaya yang mendukung rendahnya angka positivity rate di Jakarta adalah keseriusan Pemprov DKI Jakarta dalam melaksanakan testing, tracing dan treatment (3T).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan, dengan upaya yang dilakukan tersebut, DKI Jakarta berhasil menduduki positivity rate spesimen terendah se-Indonesia berdasarkan laporan hasil evaluasi dari Kementerian Kesehatan.

"Alhamdulillah, positivity rate spesimen di DKI Jakarta sudah mencapai 6,8% yang terendah se-Indonesia. Kasus aktif di Jakarta terus menurun karena adanya upaya-upaya dari semua pihak yang berkolaborasi bersama Pemprov DKI Jakarta dan memberikan dukungan dalam percepatan penanganan pandemi COVID-19 di DKI Jakarta,” kata Dwi, Kamis (2/9).

Dwi menjelaskan, Dinkes DKI Jakarta telah melatih petugas testing dan tracing untuk secara sigap menelusuri kontak erat dari warga yang diketahui terpapar Covid-19. Atas upaya tersebut, testing PCR di Jakarta mencapai 252,67% atau 2,5 kali standar testing PCR PPKM Level 3. Merujuk data Kemenkes, testing PCR di Jakarta menjadi yang tertinggi se-Indonesia.

BACA JUGA

    “Tracing ratio yang sebesar 6,7 juga sudah cukup baik. Karena artinya dari 1 kasus positif, dilakukan tes PCR 6-7 orang kontak erat. Tracing ratio pun akan terus kami tingkatkan agar bisa di atas 10 sesuai dengan target dari Kemenkes yang ada di laporan SILACAK,” ucapnya.

    Sebagai informasi, SILACAK merupakan aplikasi buatan Kemenkes untuk mendukung program penguatan tracing di seluruh wilayah Indonesia. 

    Menurut Dwi, Dinkes DKI Jakarta telah melatih petugas testing dan tracing di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta untuk segera memasukkan data secara tertib dan rapi ke sistem SILACAK begitu mengetahui ada warga yang terpapar Covid-19. Namun, masih ada beberapa kendala di sistem SILACAK karena NIK kontak erat yang sudah pernah dimasukkan tidak dapat dimasukkan kembali. 

    “Karena 1 orang ini bisa menjadi kontak erat beberapa orang dalam beberapa periode, namun tidak dapat dimasukkan kembali ke sistem SILACAK. Untuk itu, kami akan terus berupaya dan berkoordinasi dengan Kemenkes untuk mengatasi ini,” kata Dwi.

    Sponsored

    Lebih lanjut, Dwi mengatakan, ke depannya Pemprov DKI akan terus meningkatkan 3T guna menekan laju penularan atau positivity rate di wilayah DKI Jakarta, serta berbagai upaya lainnya dalam rangka percepatan penanganan pandemi Covid-19.

    "Pemprov DKI akan terus memonitoring kondisi pandemi di DKI Jakarta, serta memperkuat 3T dan gencar melakukan vaksinasi supaya kekebalan komunal di DKI bisa terbentuk secara optimal. Dan kita semua juga tetap harus menjalankan protokol kesehatan (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) secara disiplin,” tegasnya.

    Covid-19 Covid-19
    Eka Setiyaningsih
    Eka Setiyaningsih