logo alinea.id logo alinea.id

PM Modi beri selamat pada PM terpilih Pakistan

PM terpilih Pakistan menekankan bahwa Islamabad-New Delhi harus fokus pada kerja sama yang menguntungkan, bukan perang.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 31 Jul 2018 15:02 WIB
PM Modi beri selamat pada PM terpilih Pakistan

Perdana Menteri India Narendra Modi pada Senin (30/7) menghubungi Imran Khan, pemimpin Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), untuk memberi ucapan selamat atas kemenangan partainya dalam pemilu yang berlangsung pada Rabu (25/7).

PM Modi memberi selamat kepada Khan karena partainya muncul sebagai partai politik terbesar di Majelis Nasional Pakistan dalam pemilu yang baru-baru ini diselenggarakan, sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri India.

Dalam kesempatan yang sama, PM Modi mengungkapkan harapannya bahwa demokrasi akan berakar lebih dalam di Pakistan. Modi juga menegaskan kembali visinya tentang perdamaian dan pembangunan di kawasan.

Menurut televisi Pakistan, Express TV, Modi memastikan bahwa New Delhi siap memulai "era baru hubungan" dengan Islamabad dan akan bekerja sama dengan pemerintah Pakistan yang baru dalam strategi bersama untuk meningkatkan hubungan bilateral. 

Khan dilaporkan berterima kasih atas sikap baik Modi dan menambahkan bahwa kedua belah pihak harus fokus pada kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat miskin kedua negara.

"Perang dan pertumparan darah bukanlah solusi bagi masalah, namun hanya menyebabkan bencana dan tragedi. Oleh karena itu, kedua negara harus berkonsentrasi pada penyelesaian masalah melalui pembicaraan," ujar Khan. 

Khan akan diambil sumpahnya sebagai perdana menteri pada 11 Agustus 2018. Kendati meraup suara terbanyak di Majelis Nasional, namun Khan dan PTI-nya kekurangan jumlah kursi untuk membentuk pemerintahan sendiri. Mantan bintang kriket itu disebut-sebut telah mendekati Gerakan Muttahida Qaumi-Pakistan (MQM-P), Aliansi Demokrasi Besar (GDA), PML-Quaid (PML-Q) dan Partai Balochistan Awami (BAP) untuk membentuk koalisi.

Ketegangan antara India-Pakistan, dua kekuatan nuklir dunia, gagal berkurang setelah 19 tentara India tewas di Kashmir pada 2016. Negeri Hindustan mengklaim bahwa mereka dibunuh oleh militan yang memiliki hubungan dengan Pakistan.

Sponsored

Kashmir, yang dikontrol oleh tiga negara, yakni India, Pakistan, dan China menjadi titik didik dalam hubungan bilateral New Delhi-Islamabad. India tidak pernah secara resmi mengakui wilayah yang diakui Pakistan dan China. Sementara, Pakistan memandang seluruh Kashmir sebagai wilayah sengketa, dan tidak menganggap klaim India.

India dan Pakistan pernah tiga kali berperang, yakni pada 1948, 1965, dan 1971. Dua di antaranya perang terkait Kashmir.

 

Sumber: Anadolu dan Khaleej Times