logo alinea.id logo alinea.id

Isu perdagangan hingga Palestina dibahas dalam pertemuan Jokowi dan Menlu AS

Kepada Menlu AS, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Palestina merupakan prioritas politik luar negeri Indonesia.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 06 Agst 2018 08:52 WIB
Isu perdagangan hingga Palestina dibahas dalam pertemuan Jokowi dan Menlu AS

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Amerika Serikat (AS) agar tetap memberikan kebijakan Generalized System of Preferences (GSP) atau fasilitas bebas bea masuk bagi barang-barang produk Indonesia, karena produk yang diekspor Indonesia tersebut terkait dengan produk yang diekspor oleh AS.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (5/8) pagi.

Presiden Jokowi sebagaimana disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang mendampingi presiden dalam pertemuan tersebut mengatakan, kalau dilihat dari barang-barang yang ada di dalam GSP, maka 53% dari barang-barang tersebut adalah terkait dengan produk yang diekspor oleh Amerika.

"Jadi 53% di antaranya terkait dengan proses produksi yang diperlukan oleh Amerika Serikat," jelas Menlu kepada wartawan usai pertemuan seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Senin (6/8).

Dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan Menlu Pompeo yang berlangsung dalam suasana sangat bersahabat itu turut dibahas beberapa isu lainnya.

Pertama, jelas Menlu, adalah komitmen AS dan juga tentunya Indonesia untuk melanjutkan strategic partnership yang dimiliki kedua negara sejak tahun 2015.

"Jadi hubungan bilateral kita dibangun berdasarkan strategic partnership dan presiden juga mengatakan bahwa strategic partnership yang kita bangun itu hendaknya tidak hanya bermanfaat bagi dua negara, tetapi juga untuk dunia," kata Menlu.

Kemudian yang kedua, terkait masalah kerja sama ekonomi. Intinya, jelas Menlu, adalah komitmen kedua negara lagi untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, terutama di bidang perdagangan.

Sponsored

Dijelaskan Menlu, bahwa Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita baru saja berkunjung ke AS, berbicara dengan counterparts-nya dan juga dengan private sectors di Amerika. Dan dari kunjungan tersebut intinya tampak komitmen mereka untuk terus meningkatkan perdagangan yang saling menguntungkan.

"Presiden mengatakan bahwa kalau kita lihat dari jenis barang yang kita perdagangkan, maka sifatnya tidak saling berkompetisi satu sama lain. Oleh karena itu akan lebih mudah bagi kita untuk meningkatkan kerja sama perdagangan," ungkap Menlu.

"Jadi untuk bilateral, dua hal itu yang dibahas, perdagangan kemudian payungnya adalah strategic partnership," sambung Menlu.

Mendampingi Presiden Jokowi saat menerima kunjungan kehormatan Menlu AS Mike Pompeo itu adalah Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Mendag Enggartiasto Lukita, dan Dubes RI untuk AS Budi Bowoleksono.

Selain isu perdagangan kedua negara, dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Menlu Pompeo juga dibahas mengenai situasi di kawasan Semenanjung Korea.

"Secretary Pompeo kan baru saja juga berkunjung ke Pyongyang (Korut) pasca KTT Presiden Trump dengan Presiden Kim Jong Un. Disampaikan bahwa memang ada kemajuan, tetapi kemajuannya tidak secepat yang diharapkan," ujar Menlu Retno.

Presiden Jokowi, menurut Menlu, menyampaikan bahwa Indonesia ingin melihat stabilitas dan denuklirisasi di Semenanjung Korea. Oleh karena itu, lanjut Menlu, Indonesia terus mendukung terciptanya stabilitas dan perdamaian di Semenanjung Korea.

Bahkan Presiden Jokowi, jelas Retno, menyampaikan keinginannya menggunakan Asian Games XVIII Tahun 2018 yang digelar di Indonesia ini untuk merekatkan persahabatan antara masyarakat dua negara.

"Jadi di dalam konteks P-to-P (private to private)-nya, Asian Games dapat digunakan. Karena kan yang penting dalam kita membahas proses perdamaian yang harus terus dijaga itu adalah trust, confidence–building measures harus dibangun terus," jelas Menlu seraya menambahkan, Indonesia ingin memberikan kontribusi di dalam trust dan confidence–building measures terutama terkait dengan P-to-P antara masyarakat.

Selain soal Semenanjung Korea, dalam pertemuan dengan Pompeo, Presiden Jokowi juga mengangkat tentang isu Palestina. Ia menegaskan, Palestina merupakan prioritas politik luar negeri Indonesia, yang ada di setiap hati masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Presiden terus berharap agar AS memberikan peran yang kontributif kepada proses perdamaian.

"Presiden mengatakan bahwa two state solution is the only solution, karena solusi ini yang dinilai oleh Presiden paling valuable dan lasting, paling dapat dilakukan," kata Menlu.