sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

El Salvador bantah minta uang ke Taiwan sebelum putuskan hubungan diplomatik

El Salvador merupakan negara kelima yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan sejak tahun 2016.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 23 Agst 2018 16:01 WIB
El Salvador bantah minta uang ke Taiwan sebelum putuskan hubungan diplomatik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1790
Dirawat 1508
Meninggal 170
Sembuh 112

El Salvador menyangkal kabar yang menyebutkan pihaknya meminta sejumlah besar uang kepada Taiwan untuk mempertahankan hubungan diplomatik sebelum akhirnya pada Selasa (21/8), San Salvador benar-benar mengumumkan pilihannya merapat ke China.

Dalam wawancara dengan televisi pemerintah, juru bicara kepresidenan El Salvador Roberto Lorenzana menyatakan bahwa tuduhan Taiwan "sepenuhnya keliru".

Lorenzana menegaskan, keputusan El Salvador untuk memutuskan hubungan dengan Taiwan dan beralih ke Tiongkok didasarkan pada keuntungan perdagangan dengan raksasa ekonomi dunia tersebut.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu menuduh El Salvador terus meminta dana bagi proyek pembangunan pelabuhan yang dinilai Taipei tidak berkelanjutan secara finansial. Menurut Joseph, inilah yang memicu San Salvador meninggalkan pihaknya. Kedua negara telah bermitra lebih dari 80 tahun.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri El Salvador Carlos Castaneda dilaporkan telah menandatangani perjanjian dengan mitranya, Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing sesaat usai memutuskan hubungan dengan Taiwan.

Menlu Wang Yi mengklaim bahwa rakyat El Salvador akan menikmati manfaat nyata dari hubungan bilateral baru antar keduanya. 

Saat pidato, yang mengumumkan perubahan arah kebijakan luar negeri, Presiden El Salvador Salvador Sanchez Ceren mengatakan, pemerintahnya yakin bahwa "itu adalah langkah ke arah yang benar".

Langkah El Salvador mendorong Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk negara itu, Jean Manes, menulis twit pada Senin (20/8) malam. Dia mengatakan, keputusan El Salvador "mengkhawatirkan dengan berbagai alasan dan tanpa ragu akan memengaruhi hubungan AS dan El Salvador".

Sponsored

AS secara resmi memang hanya mengakui keberadaan China, namun di lain sisi, Washington tetap mempertahankan kedutaan de facto-nya yang dikenal sebagai American Institute di Taiwan.

Saling berebut pengaruh

El Salvador merupakan negara kelima yang meninggalkan Taiwan untuk China sejak Presiden Tsai Ing-wen menjabat pada tahun 2016. Sebelumnya Republik Dominika, Burkina Faso, Panama, serta Sao Tome dan Principe telah lebih dulu merapat ke Beijing.

Saat ini hanya tersisa 17 negara kecil yang menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan.

Selama konferensi pers pada Selasa, Presiden Tsai Ing-wen bersumpah bahwa pihaknya tidak akan menyerah pada tekanan. Dia menambahkan bahwa saat ini, Taiwan justru semakin bertekad mempertahankan pemerintahannya sendiri.

China dan Taiwan berpisah pada 1949 setelah pasukan nasionalis Chiang Kai-shek diusir dari daratan oleh pasukan Mao Zedong dan mencari perlindungan di pulau Taiwan. Beijing menganggap pulau itu sebagai provinsi pemberontak yang harus dipersatukan kembali dengan daratannya, bahkan dengan paksaan jika diperlukan.

Sejak Tsai Ing-wen berkuasa, China telah menggenjot upaya untuk mengisolasi Taiwan. Presiden wanita pertama Taiwan itu menolak prinsip "satu China" yang telah lama ada.

Belum lama ini, Beijing mendesak puluhan maskapai penerbangan internasional untuk mengalihkan referensi Taiwan menjadi "Taiwan, China" atau menghapus Taiwan dari hasil pencarian tujuan mereka dan menggunakan ibu kota pulau itu sebagai gantinya.

Taiwan berisiko kehilangan tiga sekutu lagi?

Seiring dengan seruan terbuka Beijing agar eSwatini mengakhiri hubungan dengan Taiwan, maka jumlah sekutu Taipei diperkirakan akan merosot. Efek domino juga diperkirakan akan memengaruhi Guatemala dan Honduras.

Desakan agar eSwatini meninggalkan Taiwan dilontarkan oleh seorang pejabat China, tepat sebelum berlangsungnya KTT dengan para pemimpin Afrika di Beijing. eSwatini merupakan sekutu terakhir Taipei di benua Afrika. 

Asisten Menteri Luar Negeri China Chen Xiaodong menyatakan bahwa eSwatini tidak dapat menjalin hubungan dengan Beijing atas "alasan yang diketahui semua orang".

"Kami menantikan dan berharap bahwa semua negara Afrika, tanpa pengecualian, dapat ambil bagian dalam kerja sama China-Afrika yang positif," ungkap Chen.

Merespons isu ini, Menteri Luar Negeri eSwatini Mgwagwa Gamedze menegaskan, pihaknya tidak akan mengubah kebijakan luar negerinya. "Mereka tidak seharusnya memainkan permainan pikiran karena hubungan kami dengan Taiwan sudah lebih dari 50 tahun, jadi kami tidak akan meninggalkan mereka. Kami tidak berniat berpaling karena Taiwan telah baik pada kami," ujarnya dalam perjalanan menuju Taiwan.

Menteri Luar Negeri Taiwan mengklaim bahwa hubungan Taipei dan eSwatini "sangat kuat" dan raja eSwatini telah bersumpah untuk tidak tunduk pada ancaman atau insentif apapun dari China.

Francisco Ou Hung-lian, menteri luar negeri Taiwan semasa pemerintahan Ma Ying-jeou berpendapat bahwa putusnya hubungan diplomatik Taiwan dan El Salvador meningkatkan efek domino yang kemungkinan menyeret Guatemala dan Honduras melakukan langkah serupa.

"Ini semua karena Guatemala, Honduras, dan El Salvador terletak di Amerika Tengah dan telah lama dikenal sebagai 'Segitiga Utara'. Hubungan dan kepentingan nasional mereka terkait erat satu sama lain," jelas Ou. 

 

 

Sumber: VOA dan South China Morning Post

Berita Lainnya