sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

El Salvador berpaling dari Taiwan ke China, ini respons AS

El Salvador merupakan negara kelima yang memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan sejak 2016.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 24 Agst 2018 12:07 WIB
El Salvador berpaling dari Taiwan ke China, ini respons AS
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1790
Dirawat 1508
Meninggal 170
Sembuh 112

Amerika Serikat (AS) bereaksi atas kebijakan luar negeri El Salvador yang memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Taiwan untuk menjalin hubungan resmi dengan China. Pernyataan yang dirilis Gedung Putih menyebut langkah itu sebagai sebuah "keprihatinan besar".

Pernyataan tersebut dikeluarkan Gedung Putih pada Kamis (23/8) malam. Dalam keterangan yang sama disebutkan, keputusan El Salvador untuk menghentikan hubungan diplomatik dengan Taipei akan berimplikasi selama beberapa dekade.

Selain itu, Negeri Paman Sam menyatakan akan terus menentang destabilisasi China terkait Taiwan dan campur tangan Tiongkok di belahan Bumi barat.

"Di seluruh dunia, pemerintah terbangun dengan fakta bahwa bujukan ekonomi China memfasilitasi ketergantuan dan dominasi ekonomi, bukan kemitraan," sebut pernyataan Gedung Putih.

El Salvador merupakan negara kelima yang memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan sejak Presiden Tsai Ing-wen memimpin negara itu pada tahun 2016. Sebelumnya, Burkina Faso, Republik Dominika, Sao Tome dan Principe, serta Panama telah lebih dulu mengambil langkah serupa.

Saat ini hanya tersisa 17 negara kecil yang menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan.

Sesaat setelah mengumumkan putusnya hubungan diplomatik dengan Taiwan, Menteri Luar Negeri El Salvador Carlos Castaneda dilaporkan telah menandatangani perjanjian dengan mitranya, Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing.

Menlu Wang Yi meyakinkan bahwa rakyat El Salvador akan menikmati manfaat nyata dari hubungan bilateral baru antar keduanya. 

Sponsored

Taiwan pada awal pekan ini telah berjanji akan memerangi perilaku China yang "semakin di luar kendali" setelah Tiongkok berhasil menggaet El Salvador, negara ketiga yang memutus hubungan dengan Taipei dan beralih ke Beijing.

AS sendiri tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan, menyusul pengakuan mereka terhadap China. Sejak era Presiden Jimmy Carter, tidak pernah ada pembicaraan langsung antara Washington dan Taipei hingga Tsai Ing-wen menelepon Donald Trump pada Desember 2016 untuk mengucapkan selamat atas kemenangannya dalam Pilpres Amerika Serikat.

Pada Maret lalu, Trump menandatangani Taiwan Travel Act, sebuah aturan tidak mengikat yang mendorong Amerika Serikat untuk mengirim pejabat seniornya ke Taiwan untuk bertemu dengan mitra mereka.

Kendati tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan, namun Washington merupakan pemasok senjata dan perangkat keras militer utama Taiwan.

Bagi Beijing, Taiwan adalah provinsi pemberontak yang harus dipersatukan kembali dengan daratannya, bahkan dengan paksaan jika diperlukan.

 

Sumber: Reuters

Berita Lainnya