sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Donald Trump ancam tarik AS dari WTO

WTO didirikan pada 1 Januari untuk mengatur perdagangan global dan menyelesaikan sengketa dagang.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 31 Agst 2018 15:11 WIB
Donald Trump ancam tarik AS dari WTO

Presiden Donald Trump mengancam akan menarik Amerika Serikat dari Organisasi Perdagangan Internasional (WTO). Dia mengklaim WTO memperlakukan AS secara tidak adil.

"Jika mereka tidak memperbaiki diri, saya akan menarik AS dari WTO," ujar Trump dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News.

WTO didirikan pada 1 Januari 1995 untuk mengatur perdagangan global dan menyelesaikan sengketa antar negara.

Namun, versi Trump, WTO kerap melawan AS. Di lain sisi, Trump tidak memungkiri bahwa organisasi itu telah beberapa kali memihak AS.

Dalam wawancaranya di program Fox News pada awal tahun ini, Trump juga sempat mengatakan bahwa WTO dibentuk "untuk menguntungkan semua orang kecuali AS. kita kalah dalam nyaris seluruh tuntutan hukum di WTO."

Peringatan Trump soal kemungkinan penarikan AS dari WTO menyoroti konflik antara kebijakan perdagangan proteksionisme Trump dan sistem perdagangan terbuka yang diawasi oleh WTO.

Washington belum lama ini juga telah menghalangi pemilihan hakim baru untuk sistem penyelesaian sengketa WTO. Langkah tersebut berpotensi melumpuhkan kemampuan untuk mengeluarkan penilaian.

Tidak hanya Trump, Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer juga menuduh WTO telah mengganggu kedaulatan AS.

Sponsored

Trump dan kebijakan proteksionisme

Donald Trump telah menyuarakan ketidakadilan perdagangan terhadap AS sejak sebelum dia menjadi presiden. 

Pada Kamis (30/8), Trump mengatakan bahwa perjanjian untuk mendirikan WTO "adalah kesepakatan perdagangan terburuk yang pernah ada."

Beberapa bulan terakhir, AS terlibat dalam perang dagang tit for tat dengan beberapa negara. Namun, yang paling menonjol adalah perang dagang AS-China, mengingat keduanya merupakan raksasa ekonomi dunia dan sama-sama bersaing untuk merebut pengaruh global.

Trump telah memberlakukan tarif terhadap sejumlah barang asal China yang diimpor ke AS. Dan China telah merespons kebijakan AS dengan memasang tarif balasan serta mengajukan keluhan ke WTO.

Kementerian Perdagangan China mengatakan, mereka dengan jelas mencurigai bahwa AS telah melanggar aturan WTO. Keluhan ke WTO diajukan China pada Juli lalu, setelah Trump memberlakukan putaran tarif pertamanya.

Trump, jelas bukan sosok yang senang terlibat dalam perjanjian perdagangan multilateral.

Dalam debat presiden pada tahun 2016 dengan rivalnya, Hillary Clinton, Trump menggambarkan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dengan Meksiko dan Kanada sebagai "kesepakatan perdagangan terburuk yang pernah diteken" dan membunuh kesempatan kerja warga AS.

Begitu dilantik sebagai presiden AS, Trump menyebutkan bahwa dia ingin menegosiasi ulang bukan membongkar NAFTA. Yang terjadi, pada Senin (29/8), Trump mengumumkan bahwa AS dan Meksiko telah sepakat untuk mengubah NAFTA. Dia menyebut kesepakatan baru benar-benar bagus dan jauh lebih adil bagi kedua negara.

Sementara itu, Kanada belum menyetujui kesepakatan baru.

Pada Kamis kemarin, Perwakilan Perdagangan AS Robert Ligthizer dikabarkan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland di Washington untuk mencapai kesepakatan baru.

Setelah melakukan empat pertemuan terpisah, Freeland mengaku bahwa kesepakatan tidak tercapai. Dia menambahkan bahwa diskusi akan dilanjutkan pada Jumat (31/8) waktu setempat.

Sebelumnya, Trump telah menetapkan Jumat sebagai tenggat waktu bagi Kanada untuk menandatangani perjanjian. Trump telah mengancam akan menargetkan tarif di sektor otomotif negara itu atau bahkan memutusnya jika kesepakatan tidak tercapai.

Selama kampanye pemilihannya, Trump juga mencela Trans-Pacific Partnership (TPP), kesepakatan perdagangan 12 negara yang merupakan tonggak kebijakan mantan Presiden Barack Obama di Asia. Trump mengklaim kesepakatan itu adalah potensi bencana bagi AS.

Salah satu tindakan pertamanya sebagai presiden adalah menarik AS dari TTP, meskipun dia telah mengatakan dia mungkin mempertimbangkan untuk bergabung kembali jika persyaratannya jauh lebih baik.

 

 

Sumber: BBC

Berita Lainnya